Durhakai Ibu Kandung, Riski Diganjar 1 Tahun 8 Bulan

Rabu, 05 Agustus 2020 | 06:59:35 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Riski Subandi alias Agus bin Siharmi divonis 1 tahun delapan bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jambi , Selasa (4/08).

Terdakwa kasus pemerasan dan pengancaman ini hanya bisa menyesali perbuatannya dari balik jeruji besi. Yang lebih memprihatinkan lagi korban merupakan ibu kandung dari terdakwa sendiri.

Terdakwa divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi bersalah. Amar putusan yang dibacakan oleh hakim Yandri Roni menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Agus selama 1 tahun dan delapan bulan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun dan delapan bulan," kata hakim Yandri Roni.

Usai membacakan putusan hakim Yandri Roni menasehati terdakwa agar tidak mengulangi kembali perbuatannya.

"Kau jangan ulangi perbuatan mu lagi, ya. Jangan jadi anak durhaka,   di dunia kau dipenjara di akhirat kelak kau bisa masuk neraka, jangan ulangi lagi, ya," kata hakim Yandri Roni.

Riski Subandi ditangkap atas kasus pemerasan dan pengancaman sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 406 ayat (1) KUHP dan tindak pidana “Perbuatan tidak menyenangkan” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 335 ayat (1) Ke-1 KUHP seperti dalam dakwaan kesatu dan kedua.

Jumat 10 April 2020 sekitar pukul 16.00 wib sore terdakwa mendatangi korban yang tak lain adalah Ibunya sendiri. Saat itu korban sedang menimba air di sumur, Riski datang kemudian meminta uang Rp100 ribu.

Karena tak punya uang, korban lantas menyarankan untuk meminjam terlebih dahulu kepada saksi Midah yang nantinya uang itu akan korban ganti.
Terdakwa terus merengek dan mengikuti korban hingga ke kamar dan kembali mengulang permintaan uang senilai Rp 100 ribu. Korban kembali menegaskan tak punya uang.

Riski yang emosi kemudian mengancam akan membakar rumah sembari mengeluarkan korek api gas dari kantongnya dan membakar seprei di kamar ibunya.

Tak hanya itu, setelah mematikan api seprei kemudian ke ruang tamu untuk menonton tv. Karena kondisi TV di rumahnya rusak ia lantas mengambil obeng dan menusukkannya ke TV tersebut hingga kaca pecah dan mengeluarkan suara ledakan.

Atas perbuatannya itu korban merasa terancam kemudian Riski dilaporkan ke aparat kepolisian. Kini terdakwa hanya bisa menyesali perbuatannya dari balik jeruji besi. (yuf)





BERITA BERIKUTNYA
loading...