Jual Sabu ke Pekerja PETI, Sholihin Dicokok

Senin, 14 September 2020 | 06:41:31 WIB

(Paradil Iwel/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, SAROLANGUN- Aparat Kepolisian Satresnarkoba Polres Sarolangun mengamankan satu orang pemuda warga desa Lubuk Sayak kecamatan Pelawan, Kamis (27/08/2020) kemarin. 

Pemuda tersebut diketahui bernama M Sholihin (30) Bin Sulaiman (Alm). Ia diamankan lantaran menjual Narkoba jenis sabu kepada para pekerja Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Batang Asai.

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiyono dalam keterangan persnya, Jumat (11/09/2020) kemarin mengatakan bahwa pelaku ditangkap aparat kepolisian bermula mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya orang yang melakukan penyalahgunaan narkoba di desa Lubuk Sayak.

Lanjutnya, Kemudian pada Kamis 27 Agustus 2020 sekitar pukul 20.30 Wib di desa Lubuk Sayak, anggota berhasil mengamankan satu orang pelaku yang berada dibelakang rumahnya dan disaksikan warga sipil. Usai diamankan, pelaku kemudian dilakukan penggeladahan oleh petugas di bagian badan pelaku. 

"Saat digeledah, didalam dompet kecil warna hitam milik pelaku yang disimpan dikantong celana sebelah kiri ditemukan barang bukti berupa 2 klip plastik sedang dan 13 klip plastik kecil berisikan serbuk kristal bening yang diduga narkoba jenis sabu serta 4 klip plastik kosong," ujar Kapolres didampingi Kasat Narkoba Iptu Lumbrian Hayudi Putra, Jum’at (11/09/2020) kemarin. 

Lanjutnya, selain belasan klip plastik berisi serbuk kristal bening diduga sabu, polisi juga mengamankan satu buah dompet warna hitam, satu buah celana pendek warna biru tua dan satu lembar kertas putih yang dibaluti lakban warna hitam.

“Untuk barang bukti sabu yang diamankan dengan berat kotor 5,02 gram, pelaku beserta barang bukti digiring ke Mapolres Sarolangun untuk proses lebih lanjut," terangnya. 

Setelah diintrogasi, pelaku mengakui mengedar sabu dengan mematok harga Rp 100 Ribu untuk ukuran klip kecil dan Rp 200 ribu untuk ukuran klip sedang. Pelaku menjual sabu kepada para pemain aktivitas PETI yang berlokasi di Kecamatan Batang Asai.

“Pengakuan pelaku baru dua kali melakukan penjualan narkoba. Saat ini kita masih mendalami siapa pemasok narkoba ini. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan UU narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara selama minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (wel)





BERITA BERIKUTNYA
loading...