Motif Perampokan terhadap Ibrahim Dikarenakan Sakit Hati

Selasa, 15 September 2020 | 10:43:46 WIB

Kapolres Tanjabbar, saat memberikan konfrensi pers terhadap keenam pelaku perampokan. Sementara otak dari perampokan yakni Juned masih dalam pengejaran kepolisian.
Kapolres Tanjabbar, saat memberikan konfrensi pers terhadap keenam pelaku perampokan. Sementara otak dari perampokan yakni Juned masih dalam pengejaran kepolisian. (Edison/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, KUALATUNGKAL -- Motif perampokan terhadap Ibarahim (50), warga Parit 11, Sungai Gobar, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) terungkap.

Pelaku bernama Juned yang saat ini masih buron merupakan otak perampokan. Juned nekat merampok Ibrahim lantaran sakit hati karena tidak mau memberikan pinjaman uang.

Hal ini disampaikan Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro.  "Ini karena minjam uang berulang kali ga di kasih sama yang di rampok, itu Motif nya sementara,"katanya, Senin (14/9)

 Persoalannya adalah Juned sudah berulang kali meminjam uang kepada korban. Namun, berulang kali pula ditolak. Sebab, Juned tersebut terlilit utang di bank. "Minjam karena terlilit hutang di bank,"ucapnya.

Merasa sakit hati karena utang tidak pernah diberi, akhirnya Juned berencana melakukan perampokan tersebut. "Semuanya Juned dia yang memetakan lokasi rumah korban,"ujar Guntur.

Saat ini polisi masih terus mendalami dugaan motif lainnya yang dilakukan para pelaku tersebut. "Kita masih dalami lebih jauh ada motif lainnya atau tidak,"timpal Kapolres.

Guntur membeberkan, bahwa sebelum beraksi ketujuh pelaku perampokan di Kuala Betara, para pelaku ini telah dua kali melakukan rapat untuk matangkan aksi.

Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan  sementara. Dimana ditemukan perencanaan dalam melaksanakan aksinya tersebut. "Dua kali rapat di rumah tersangka AYS (red, Aliyasman),"katanya.

"Semuanya sudah dibagi-bagi tugasnya. Jadi pelaku ini sudah merencanakan dengan matang,"ucapnya.

Selain itu, pelaku juga telah merencanakan kemana akan melarikan diri. Bahkan salah satu tersangka sudah menyiapkan speed boat. "Jadi semua sudah siap kendaraan dan transportasi nya,"jelasnya.

Sebelumnya, polisi melakukan penangkapan enam tersangka kasus perampokan terhadap Ibrahim yakni  Aliyasman Als Ilyas (41) pelaku yang memiliki peran sebagai sang eksekutor atau yang masuk dalam rumah. Ia merupakan warga Dusun Sri Menanti RT. 09 Desa Sedang/Mandala Jaya Kecamatan Betara.

Kemudian, Midi Bin Enam (29) yang memiliki peran yang sama dengan tersangka sebelum nya yakni  selaku eksekutor atau yang masuk dalam rumah merupakan warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kuala Enok, Kabupaten Tembilahan Provinsi Kepri.

Peran yang sama sebagai eksekutor yakni Rabak Als Daeng (46) warga Jl. Terusan Makmur, Desa Bram Itam Raya Kecamatan Bram Itam

Selanjutnya,  Abdul Halim bin Abdul Rahim yang berperan menjaga diluar untuk mengawasi situasi ia merupakan warga Desa Siapang, Kecamatan Tungkal ilir

Kemudian, Kaspul Anwar Bin Bardri (50) yang berperan sebagai penjaga diluar rumah untuk mengawasi situasi ia merupakan warga Desa Sialang Kecamatan Tungkal Ilir

Serta Jumairi Bin Maslan (35) yang berperan mengawasi diluar rumah ia merupakan warga Parit Pakmas Teluk Kulbi, Kecamatan Kuala Betara . Sementara itu aktor intelektual nya yakni Juned saat ini masih buron.(son)





BERITA BERIKUTNYA
loading...