MIH Unja Gelar Seminar Nasional dan Call Paper

Selasa, 15 September 2020 | 10:47:50 WIB

(Idrus/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Jambi menggelar Seminar nasional dan call paper bertajuk Riset terintegrasi pembangunan ilmu hukum menuju kampus merdeka dan Merdeka belajar, di Swiss Bellhotel, Sabtu (12/9).

Seminar yang diadakan oleh Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Jambi ini dihadiri oleh  150 peserta yang dibuka oleh Wakil rektor bidang Administrasi dan Keuangan.

Wakil Rektor ll universitas Negeri Jambi Ir.H.Yusrizal, M.Sc.,Ph.D. pada kesempatan ini menyampaikan bahwa pihak kampus memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional ini. “Ini sebagai sumbangsih akademisi dalam rangka implementasi program kampus merdeka belajar,"ujar Yusrizal.

Kata Yusrizal, saat ini Universitas Jambi mengalokasikan anggaran 2,3 miliar rupiah untuk riset atau 15 persen dari alokasi dana Unja dan pada tahun 2021, Unja menganggarkan dana yang besar untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, harapannya bisa membantu permasalahan di desa dengan berbagai bidang ilmu yang ada di Unja.

Turut Hadir pada seminar nasional ini, Ketua pascasarjana unja Prof.Dr.Ir.Hj.Anis Tatik Maryani,M.P., Ketua program MIH pascasarjana Prof.Dr.Bahder Johan Nasution,S.H.,M.H , ketua panitia Dr.H.Syamsir,S.H.M.H.

Sebagai narasumber, Dr. Helmi SH,M.H dekan fakultas hukum Unja, Prof.Dr Wulanmas Frederik, SH.M.H. guru besar fakultas hukun UNSRAT, Prof Dr.H.M. Galang Asmara SH M.Hum guru besar fakultas hukum UNRAM, Prof Dr.M. Hadin Muhjad SH.M.Hum guru besar fakultas hukun ULM, Prof Dr.Sukamto Satoto SH.M.H guru besar fakultas hukum Unja.

Ketua program MIH Unja Prof.Dr.Bahder Johan menjelaskan seminar nasional ini salah satu instrumen dalam mencerdaskan bangsa, menyiapkan lulusan sebagai generasi mandiri, berkarakter, memiliki ilmu dan wawasan untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini.

Kata Bahder, mahasiswa dituntut kreatif dan inovatif, ilmu hukum menjadi bagian ujung tombak dalam pengambilan kebijakan yang muncul, serta bisa mewujudkan program Kampus Merdeka Belajar,

Seminar nasional secara offline dan online ini berjalan baik dan lancar, sesuai protokol kesehatan pencegahan covid 19.

Pada sesi Call Papper, salah satu peserta Akbar Kurnia Putra, S.H., M.H membahas Implikasi UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik di Universitas Jambi.

Peserta lainnya, Bernard Sipahutar juga akan membahas mengenai Urgensi Lambang Pembeda Pada Candi Muaro Jambi Ditinjau Dalam Perspektif Hukum Humaniter Internasional.(yuf)





BERITA BERIKUTNYA
loading...