12 Orang Kontak Erat dengan Sang Walikota Diuji Swab

Hasil Swab Istri dan Putra Fasha Negatif

Selasa, 15 September 2020 | 10:56:26 WIB

()

JAMBIONE.COM, JAMBI- Pasca dirinya dinyatakan positif covid-19, Walikota Jambi Syarif Fasha langsung cepat melakukan langkah antisipasi penyebaran virus. Selain melakukan isolasi mandiri, sang walikota juga meminta istri dan anaknya melakukan uji swab mandiri. Hasilnya, swab test istrinya Yuliana Fasha dan putranya Fabiansyah negative.

Hasil swab tersebut dibagikan melalui akun instagram milik istri Walikota Jambi, @yulianafasha. "Alhamdulillah Yaa Allah," tulis @yulianafasha dalam akun instagramnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot)  Jambi juga langsung bergerak cepat pasca Walikota Jambi Syarif Fasha terkonfirmasi positif covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan tracing terhadap orang orang yang melakukan kontak dengan sang walikota periode tanggal 4- 8 September.

Selain itu, Pemkot juga melakukan swab test terhadap 12 orang yang koktak erat dengan Fasha. Kemudian melakukan penyemprotan desinfektan di ruang kantor walikota, ruang pola, DPRD, dan rumah dinas.

Langkah langkah yang sudah dilakukan ini disampaikan oleh Wakil Walikota Jambi dr Maulana kepada wartawan dalam konferensi pers di Depan Kantor Wali Kota Jambi, Senin (14/9). Pada kesempatan itu, Maulana menjelaskan kronologis awal mula Walikota Jambi Syarif Fasha terkena Covid-19.

Menurut dia, pada  2 September 2020, Fasha pernah melakukan test swab di salah satu rumah sakit di Kota Jambi. Pada 3 September hasilnya keluar dan dinyatakan negatif. Selanjutnya, pada 4 September, Fasha kembali berangkat ke Jakarta karena tugas, dan pada tanggal 5 September sore, ia kembali ke Jambi.

Selanjutnya, tanggal 6, 7, dan 8 September, Fasha melakukan kegiatan seperti biasa sebagai Walikota Jambi. Lalu, pada 8 September siang, ia kembali bertolak ke Jakarta dan tanggal 9 dan 10 September melakukan aktivitas di Jakarta.

“Lalu pada  11 September pak wali kembali melakukan test swab di salah satu rumah sakit di Jakarta. Pada 12 September hasilnya keluar dan dinyatakan terkonfimasi postif Covid-19,” kata Maulana.

Untuk itu, ia meminta kepada warga Kota Jambi untuk mendoakan kesembuhan Walikota Jambi, baik untuk dirinya  dan keluarganya, termasuk putranya. Ia juga berharap agar para tokoh agama juga menggelar doa bersama di tempat ibadah masing-masing. Selanjutnya atas nama pemerintah Kota Jambi, ia mengucapkan terimakasih atas simpati dan doa yang disampikan oleh kepala daerah, tokoh agama, tokoh politik dan segenap masyarakat Provinsi Jambi.

Maulana mengatakan pemerintah Kota Jambi akan melakukan upaya terukur dan tepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Diantaranya tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak diruang tertutup dan ber AC sampai dengan 22 september 2020.

“Itu terhitung 14 hari dari kontak dengan walikota. Itu dilakukan di kantor walikota dan gedung DPRD kota Jambi,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya sudah melakukan penyemprotan desinfektan di ruang kantor walikota, ruang pola, DPRD, dan rumah dinas. Maulan juga mengatakan Dinas Kesehatan Kota Jambi sudah melakukan tracing pada orang atau pihak yang telah melakukan kontak erat dengan walikota secara selektif, sepanjang aktivitas walikota Jambi pada tanggal 4, 5, 6, 7, 8, September 2020 sebelum walikota bertolak ke Jakarta.

“Hari ini (kemarin) dilakukan swab terhadap 12 orang yang kontak erat dengan beliau. Apabila para pejabat dan masyarakat ada yang kontak erat dengan beliau di periode tersebut. Lalu timbul gejala demam, batuk, pilek, dan lainnya sesuai dengan gejala Covid-19, segera menghubungi petugas kesehatan. Untuk pelayanan publik, tetap dilakukan seperti baisa, dan tetap mengutamakan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.

Maulana menjelaskan, ke-12 orang yang di uji swab tersebut merupakan orang yang memiliki kontak erat dengan walikota. Sehingga dari sini akan bisa disimpulkan, jika nanti hasilnya negatif, maka kemungkinan untuk menularkan itu bisa dipastikan tidak terjadi.

Tapi jika nanti terkonfirmasi positif, maka akan diperluas tracingnya. Dan masyarakat yang pernah memiliki riwayat kontak dekat supaya melapor. “Untuk keluarga pak wali, ibu (isteri), anak, rumah tangga, sudah dilakukan swab. Dan nanti malam (Senin malam, red) hasilnya akan keluar,” katanya.

Maulana juga menjelaskan penularan virus Covid-19 itu berjarak antara 1 hingga 2 meter.  Jadi, bagi masyarakat yang merasa memiliki riwayat pernah dekat dengan Wali Kota sesuai jarak tersebut, mulai dari tanggal 4, 5, 6, 7, 8 September agar menghubungi petugas kesehatan terdekat. Nanti aka nada penilaian dari tim kesehatan, apakah cukup dilakukan rapid test, atau dilanjutkan dengan penjadwalan pemeriksaan swab.

“Prinsipnya bagi masyarakat yang memiliki riwayat kontak, sebaiknya melapor dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan masa inkubasinya,” katanya.

Terpisah, setelah dinyatakan positif Covid-19 dan tengah menjalani isolasi, di salah satu rumah sakit di Jakarta, Walikota Jambi Syarif Fasha membagikan aktivitasnya pada Senin, (14/9). Melalui video yang berdurasi 55 detik, Fasha tampak mengenakan baju kaos berwarna putih memakai masker mengatakan dirinya baru saja selesai berjemur, dan lari pagi.

"Saya baru saja selesai berjemur, lari pagi dan sudah sarapan. Kondisi saya baik, nafas lancar dan tidak ada keluhan apapun," katanya.

Fasha juga membagikan suasana tempat dimana ia diisolasi. Mulai dari taman yang terlihat indah dan bagus. Sehingga kata Fasha, itu menambah percepatan proses penyembuhannya. "Tim dokter dan perawat juga sangat luar biasa. Pelayanannya juga. Doakan saya semoga cepat sembuh. Selamat bekerja untuk teman-teman semua," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Jambi, Ida Yuliati menyampaikan, selain orang yang terdekat dan kontak erat, para jurnalis yang memiliki riwayat kontak dengan sang walikota saat melaksanakan tugas jurnalistik juga dapat melapor ke Bagian Humas Setda Kota Jambi.

"Jurnalis tak hanya yang bergejala saja, namun yang turut berada di tempat dan waktu yang sama bersama Wali Kota dapat mendaftar. Yang mendampingi Pak Wali wawancara Minggu, Senin, Selasa (tanggal 6-8 September 2020) pada pekan lalu, lapor Kabag Humas," kata Ida. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...