Videonya Beredar Luas, Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Pasal 71 Ayat 3 UU No 10/2016

Pakai Baju Dinas, AJB Ajak Warga Pilih Syafril

Rabu, 16 September 2020 | 07:31:27 WIB

()

JAMBIONE.COM, SUNGAIPENUH – Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB) kembali bikin heboh. Setelah gagal maju di Pilgub Jambi 2020, karena kekurangan partai, kini sang walikota jadi sorotan karena secara terang terangan mengajak warga mendukung salah satu bakal pasangan calon (paslon) gubenur dan wakil gubernur yang akan bertarung di Pilgub Jambi, 9 Desember mendatang.

Parahnya lagi, perbuatan itu dilakukan AJB ketika jam dinas dan mengenakan seragam dinas Apartur Sipil Negara (ASN/PNS). Selain itu, dia juga melibatkan sejumlah bawahannya (ASN)  lengkap dengan pakaian seragam PNS. 

Apa yang dilakukan AJB itu terekam dalam dua buah video yang tersebar luas di media sosial (medsos) dan grup grup whatshapp. Informasi yang diperoleh, kedua vido yang masing masing berdurasi 35 detik dan 45 detik itu direkam saat acara sang walikota menyerahkan secara simbolis bantuan Sosial PKH di salah satu kecamatan di Kota Sungai Penuh. 

Dalam video yang berdurasi 45 detik, tampak jelas suara dan gerakan AJB yang mengajak warga memilih Calon Wakil Gubernur Jambi asal Kerinci Irjen (purnawirawan) Syafril Nursal. Seperti diketahui, di Pilgub Jambi 2020, Syafril maju menjadi calon wakil Fachrori Umar. 

"Bisa kayo lihat ado baleho, ado namonyo pak Safril Nursal, dio uhang kito Kincai. Nyo uhang kito Koto Keras. Untuk pemilihan Gubernur nanti jangan lupa, pilih dio ini (Safril Nursal, red),"kata AJB di hadapan warga. 

Kemudian, di video yang berdurasi 35 detik, terlihat AJB tengah mengajarkan warga mengucapkan yel yel untuk Safril Nursal dan putranya Fikar Azami yang maju di Pilwako Sungai. Di awal video, terlihat AJB sempat bertanya nama Syafril Nursal kepada salah satu ASN yang berada di sampingi kirinya.   

Kemudian, AJB mempraktekkan mengucapkan yel yel ‘’hidup jenderal’’…  yel yel itu sempat beberapa kali diulang. Diakhir video, AJB mengucapkan yel yel  ‘’ Hidup Fikar’’.

Kedua video tersebut rupanya sudah terpantau oleh Bawaslu Kota Sungai Penuh.

Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh, Jumiral, mengatakan pihaknya sedang mengkaji video AJB tersebut. "Saat ini kita sedang melakukan Kajian,"ujarnya.

Sementara itu di pihak AJB, begitu mengetahui videonya beredar luas langsung melakukan klarifikasi dan meminta maaf. Dalam surat klarifikasi yang ditujukan kepada Mendagri RI, Gubernur Jambi dan jajaran penyelenggara pemilu dari tingkat pusat hingga daerah tersebut, AJB menjelaskan kondisi dan situasi pada saat dirinya menyampaikan pidato yang  direkam di luar sepengetahuan dirinya  dan beredar di media sosial tersebut.

Menurut AJB, pernyataan ajakan mendukung salah satu bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur seperti dalam video tersebut terlontar tanpa direncanakan. Dia mnegatakanpernyataan itu betul- betul terlontar karena ketidaksengajaan.

Dijelaskan, pada waktu itu dirinya sedang menjalankan  tugas di daerah yang masyarakatnya sangat fanatik terhadap salah satu kandidat cawagub. Dan secara kebetulan baliho bakal calon dimaksud berdiri tegak didekat lokasi acara. Yakni di Koto Dian, Kecamatan Hamparan Rawang. Maka terucaplah pernyataan yang seakan mendukung pasangan tersebut.

Dalam surat itu, AJB juga menegaskan  dirinya tidak mengetahui ada yang merekam dan membagikannya di media sosial.  Atas nama Walikota selaku pembina ASN, Wako AJB dengan kebesaran jiwa,  menyampaikan permohonan maaf karena telah terlanjur  membuat pernyataan yang tidak pada tempatnya sebagai pembina ASN. Melalui surat klarifikasinya Wako AJB juga secara resmi mencabut pernyataannya tersebut.

Namun, ibarat pepatah ‘’ Nasi Sudah Menjadi Bubur’’, meski sudah mengklarifikasi, meminta maaf, dan mencabut pernyataannya, video AJB tersebut sudah terlanjur menyebar dan menjadi sorotan publik. Banyak pihak menilai apa yang dilakukan AJB tersebut jelas melanggar delik netralitas ASN dalam Pilkada.    

Pengamat politik dari Universitas Jambi (Unja), Citra Darminto menilai tindakan Walikota Sungai Penuh AJB yang mengajak warga mendukung salah satu calon jelas salah. Apalagi konteknya beliau masih aktif selaku pembina ASN dan menggunakan seragam dinas ASN. ‘’Kecuali beliau mengajukan cuti, atau atas sikap pribadi atau tidak lagi sebagai pembina ASN tentu tidak menjadi persoalan,’’ katanya.

Menurut Citra, netralitas ASN merupakan sesuatu yang urgent diperhatikan dalam pilkkada. Sebab, jika salah satu calon yang memiliki kekuasaan di keluarga atau wilayah birokrasi pemerintahan maju dalam Pilkada, maka akan terjadi pergeseran kepentingan.

" Tidak menutup kemungkinan relasi kekeluargaan dan kekuasaan di lingkungan birokrasi pemerintahan digunakan untuk kepentingan dari calon yang maju tersebut," katanya.

Menurut dia, delik pelanggaran netralitas ASN di Pilkada yang diatur dalam undang-undang perlu menjadi acuan agar meminimalisir tingkat keikutsertaaan atau bahkan meniadakan partisipasi ASN di kancah perpolitikan khususnya Pilkada serentak 2020.

Dia menyebutkan, soal netralitas ASN ini sudah diatur dengan jelas dalam UU No 1 tahun 2015 Pasal 70 dan 71 yang isinya terkait pelarangan calon melibatkan ASN dalam kampanye dan pelarangan membuat keputusan yang menguntungkan salah satu calon.

Selain itu AJB juga dinilai melanggar pasal 71 ayat 3 UU nomor 10 tahun 2016. Dalam pasal ini disebutkan  gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri, maupun di daerah lain dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.

Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi Fachrul Rozi memastikan akan menindaklanjuti temuan dugaan pelanggaran yang dilakukan AJB. Meski yang bersangkutan sudah mengklarifikasi dan meminta maaf, tidak membuat Bawaslu menghentikan penelusuran. ‘’ Dugaan sementara melanggar pasal 71 ayat 3 UU nomor 10 tahun 2016. Tapi kita masih kaji kemungkinan yang lain,’’ katanya saat dihubungi Selasa malam. (sau/fey/kum)





BERITA BERIKUTNYA
loading...