Tak Berikan Uang 'Pelicin' di DPPKAD Kerinci, Kades dan Bendaharawan SKPD Akui Dipersulit

Rabu, 16 September 2020 | 14:09:26 WIB

()

JAMBIONE.COM, KERINCI - Dugaan adanya Pungutan Liar (Pungli) dalam proses pencairan anggaran di DPPKAD Kerinci, kian mencuat, karena pelayanan di DPPKAD Kerinci yang selama ini menjadi penyakit menahun yang dirasakan oleh Kades hingga bendahara SKPD Kerinci.

Tak hanya Kades, bahkan Bendaharawan SKPD pun mengaku sering dipersulit dalam pengurusan proses pencairan anggaran di DPPKAD Kabupaten Kerinci.

"Memang kita sering di Persulit, kita kasian dengan teman-teman yang desanya jauh dari Kantor Bupati Kerinci yang harus bolak balik hingga sore mengurus pencairan dana di DPPKAD Kerinci,"ungkap salah seorang kades.

Berbagai alasan dilontarkan DPPKAD Kerinci kepada para kades, seperti menyebutkan persyaratan belum lengkap dan lainnya. Kondisi inilah yang seringkali membuat realisasi dana desa sering terhambat.

"Makanya sering kita lihat kades sibuk kerja diakhir tahun, itu bukan disengaja. Tapi memang anggaran lambat turun, Tapi beda dengan kades yang ada orang dalam dan mau mengikuti aturan main yang dibuat maka akan dengan mudah pencairan," sindirnya.

Tidak hanya para kades, sejumlah bendaharawan SKPD Kerinci juga mengeluhkan kondisi yang sama, namun para bendaharan SKPD tidak bisa berbuat banyak, apalagi protes. Lantaran, takut urusannya makin sulit.

"Sering sekali proses pencairan anggaran kita terlambat, sampai-sampai kita mesti bolak balik ke DPPKAD Kerinci. Ada-ada saja kesalahannya, kita tidak berani protes karena terima atau tidak terima DPPKAD Kerinci merupakan juru kunci dari Pemkab Kerinci," sebutnya sembari minta identitasnya dirahasiakan. 

Dirinya berharap perosalan Pungli ini dapat dibongkar, karena sudah sering terjadi setiap kali pengurusan pencairan anggaran.(sau)





BERITA BERIKUTNYA
loading...