Ngambek Jarang Diperhatikan, Suami Pilih Minggat dari Rumah

Rabu, 23 September 2020 | 08:55:28 WIB

()

Kehadiran anak dalam sebuah rumah tangga harusnya disyukuri. Karena bisa menambah kemesraan sekaligus keharmonisan antara suami dan istri. Jika tidak, akhirnya akan tidak baik seperti kisah Donwori dan Karin dalam melodrama ini.
 
Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya
 
Lha yang terjadi pada keluarga Donwori vs Karin ini malah sebaliknya. Donwori, 33, beralasan, kehadiran anak telah memindahkan perhatian Karin, 30. Istri yang dulu hanya fokus pada suami, sejak ada anak, ya buah hatilah yang lebih diperhatikan.

Hilangnya perhatian Karin itulah yang dibuat alasan Donwori berpaling ke Sephia, 28. Teman sekantornya yang tiap hari jadi tempat Donwori curhat.

 

Lha kalau dipikir secara akal sehat, apa yang dilakukan Karin itu super normal. Semua perempuan yang sudah bergelar ‘ibu’ sudah pasti akan lebih mementingkan anaknya. Dan sudah selayaknya, suami memahaminya. Ngalah sama anak, masak nggak mau, sih?

Lha kok Donwori ini malah membuat tameng kurangnya perhatian Karin karena ada anak, menjadikannya berpaling pada Sephia. Apa ya itu suatu hal yang mbeneh? (maaf, penulis ikutan emosi).

Singkat kata singkat cerita, sejak menikah hubungan rumah tangga keluarga yang tinggal di Surabaya Selatan itu sangat harmonis.

Riak-riak mulai muncul di tahun ketiga pernikahan. Tepatnya ketika Karin melahirkan. 

“Saya maklumi sebagai istri mengurus anak, dan pekerjaan tumah tangga itu berat. Tapi kalau bisa jangan malah tidak peduli sama saya dong. Saya ini kan kepala keluarga yang kerjaannya super berat,” tutur Donwori.

Sepulang kerja bukannya disambut dengan baik, ngakunya  Donwori malah menerima omelan dan terkadang dicuekin begitu saja oleh Karin. Oleh sebab itu, Donwori pun berpaling dan memilih mencari pelampiasan lain. “Saya seperti gak dianggap. Pulang kerja capek, dia malah asyik main handphone. Saya heran dengan sikapnya,” kata Donwori.

Bukankah dalam sebuah rumah tangga atau hubungan komumikasi itu menjadi kunci nomor satu? Akan tetapi itu diabaikan oleh Karin. Dia seakan tak peduli dengan suaminya. “Anak selalu dijadikan tameng,” gerutunya.

Hal itu lama-lama membuat Donwori jengkel dan lebih memilih mencari wanita lain untuk diajaknya berkencan. Suati ketika, Donwori ketahuan selingkuh dan hubungannya semakin tidak harmonis lagi.

Akibat perselingkuhan itu, Karin dan Donwori pun mengakhiri hubungan rumah tangganya di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.

“Sudah biarkan saja, kalau itu sudah maunya. Salah sendiri saya tidak diperhatikan, mending saya cari perempuan lain,” aku Donwori, enteng. (*/opi)

Sumber: JawaPos.com




BERITA BERIKUTNYA
loading...