Polisi Amankan 4 Orang, Ada Bekas Tembakan Peluru di Kaca Gedung DPRD Provinsi

Kamis, 08 Oktober 2020 | 22:59:19 WIB

()

             Jambione.com, JAMBI-Polda Jambi mengamankan empat orang yang diduga pelaku pengrusakan gedung DPRD Provinsi Jambi saat aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10) siang. Saat ini, keempat orang tersebut masih diperiksa. Polisi melakukan pendalaman penyelidikan untuk mengetahui peran mereka.

            Kapolda Jambi, Injer Pol Firman Shantyabudi mengatakan, keempat orang tersebut diduga kuat melakukan pelemparan batu dan kayu ke gedung dewan ketika terjadi kericuhan saat demo berlangsung. ‘’ Dari empat orang itu, satu diduga melakukan perusakan di gedung DPRD Provinsi Jambi. Sedangkan tiga lainnya diamankan dari tempat berbeda di depan DPRD Kota Jambi,’’ katanya.
            Menurut Firman, ketiga pelaku diamankan karena mereka sedang mengumpulkan batu batu yang ada di sekitar kantor DPRD Kota Jambi. ‘’ Setelah di lakukan pemeriksaan di handphone salah satu pelaku ditemukan chat yang diduga remaja lainnya untuk melakukan aksi unjuk rasa,’’ jelasnya.

            Aksi unjuk rasa tolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Provinsi Jambi diwarnai kericuhan. Massa aksi yang berjumlah ribuan itu memaksa masuk ke gedung DPRD Provinsi Jambi. Lantaran bertindak anarkis, akhirnya polisi melakukan pembubaran paksa.

            Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto,  mengatakan dirinya sudah menemui pengunjuk rasa, mendukung dan siap meneruskan aspirasi mereka ke DPR RI. “Tapi mereka tetap maksa masuk semua. Kan nggak mungkin. Susah kan mengendalikannya,” katanya.

            Edi menyayangkan ditemukan tiga lubang di kaca gedung DPRD Provinsi Jambi yang diduga bekas tembakan peluru senjata api. “Saya sudah tanya Brimob. Diduga kuat itu bekas peluru senjata api. Dan itu bukan dari aparat keamanan. Sekarang sedang olah TKP,” jelas ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi ini.

            Menurut Edi, bekas tembakan tersebut mengindikasikan ada pihak-pihak yang berusaha menodai perjuangan suci para mahasiswa. Ia berharap kepolisian segera mengusut temuan tersebut.

            “Adek-adek mahasiswa, kawan-kawan LSM, buruh dan masyarakat Jambi yang berunjuk rasa juga harus hati-hati. Jangan sampai ditunggangi oleh pihak-pihak yang punya niat buruk memperkeruh suasana,” katanya.

            Edi menegaskan bahwa DPRD Provinsi Jambi terbuka bagi setiap masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Mereka siap memperjuangkannya selama sesuai dengan aturan yang berlaku. “Selama disampaikan baik-baik kita welcome kok, tapi kalo udah anarkis, harus berhadapan dengan aparat keamanan,” pungkasnya.(ist)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...