11 Orang Meninggal akibat Longsor 

Kamis, 22 Oktober 2020 | 19:56:14 WIB

Warga dibantu alat berat berusaha mengevakuasi jenazah korban yang tertimbun longsor di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Rabu (21/10). (Polsek Lawang Kidul/Antara)
Warga dibantu alat berat berusaha mengevakuasi jenazah korban yang tertimbun longsor di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Rabu (21/10). (Polsek Lawang Kidul/Antara) ()



Jambione.com–Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, 11 orang meninggal dunia akibat tanah longsor di Desa Tanjung Lalang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

”Korban jiwa telah dievakuasi, teridentifikasi, dan sebagian sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Raditya seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Kamis (22/10).

Raditya mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi disertai kondisi tanah yang labil menjadi penyebab tanah longsor di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, pada Rabu (21/10) pukul 14.00 WIB. Hingga Rabu malam, hujan deras masih terjadi.

Korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut adalah Darwis, 46, warga Tanjung Lalang; Hardiyawan, warga Tanjung Lalang; Rukasih, warga Tanjung Lalang; Sandra, 25, warga Mulyadadi, Cipari; Joko, 26, warga Penyandingan. Kemudian Purwadi, 60, warga Penyandingan; Sulfiawan, 30, warga Tanjung Lalang; Sumarlin, 35, warga Ogan Komering Ulu Selatan; Hupron, warga Lampung; Komardani, 48, warga Sukaraja; dan Labisun, 40, warga Lampung Utara.

”Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan melaporkan tanah longsor terjadi di lokasi penambangan batu bara tradisional pada kedalaman 20 meter berbentuk terowongan,” tutur Raditya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan masih terjadi potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tiga hari ke depan di wilayah kecamatan. Kamis (22/10) diperkirakan cuaca cerah hingga malam.

Raditya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

”Sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan pada Oktober ini. Selain itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat ada pengaruh fenomena la nina yang dapat memicu curah hujan dengan intensitas lebat,” jelas Raditya Jati.(ist.jpg)

Sumber: Jawapos.com





BERITA BERIKUTNYA
loading...