Mau Dikawin karena Hartanya, Tapi Nggak Mau Anaknya

Senin, 26 Oktober 2020 | 07:16:54 WIB

()

Karin, 35, ini memang perempuan mboh, kok. Wong sudah punya suami dan anak, eh masih saja hobi rea-reo. Bukannya mengerjakan kewajiban rumah tangga, malah hobi cangkrukan ala sosialita.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya


Sebelum menikah dengan Donwori, 40, Karin berjanji akan menjadi ibu rumah tangga. Yang mengabdikan waktunya 24 jam full untuk suami, anak, dan keluarga.

Tapi, rupanya semua itu tinggal janji belaka. Begitu menikah dan punya anak, Karin lupa dengan janji-janjinya itu. Rumah tangga jadi urusan ke sekian ratus. Yang utama adalah dandan, belanja, dan nongkrong.

Setahun setelah menikah, Karin mulai hidup sak enak udele. Sudah mulai nggak nurut dengan suami. Ia bahkan sudah gak ngreken dengan dua anak sambungnya.

Donwori menikahi Karin dalam posisi duda dengan dua anak. Istri pertamanya meninggal karena sakit. Setelah mendududa, ia mencari istri lagi yang bisa dipercaya mengurus dia dan dua anaknya. Ketika itu pilihannya jatuh ke Karin. “Karin janji bakal mengurus anak-anak, tapi kok malah seenaknya sendiri,” ujar Donwori.

Donwori tahu ketika dirinya pulang kerja tidak disambut Karin. Malah disambut oleh kedua anaknya. Saat anaknya ditanya, di mana ibu sambungnya itu, selalu menjawab tidak tahu ke mana perginya. Pergi tanpa pamit sudah dilakukan Karin puluhan kali hingga membuat Donwori kesal. “Kebiasaan  nek metu tokok omah, gak tau gelem pamitan,” sambungnya.

Janji tinggal janji, rupanya Karin menikah dengan Donwori hanya karena ingin mengusai hartanya saja. Maklum Donwori adalah seorang pengusaha yang cukup berhasil. Donwori adalah duda kaya raya yang berhasil menjerat hati Karin.

“Saat saya tanya, kenapa kok nggak mau ngurus anak-anak, dia hanya diam. Dia lama kelamaan mengaku kalau menikah dengan saya hanya karena harta. Lah kok enak. Ngeramut anakku gak gelem, mek doyan duitku tok,” sergahnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, Donwori pun memilih untuk menitipkan dua anaknya itu ke orang tuanya ketika bekerja. Hingga permasalahan itu terdengar ke telinga keduanya orang tua Donwori. “Bapak sama ibu saya menyarankan untuk cerai malahan. Serba salah, orang tua sudah semakin sepuh. Juga anak-anak nggak ada yang ngawasi,” ucapnya.

Hingga akhirnya Donwori pun menggugat istrinya itu ke Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya setelah mendengar penuturan orang tuanya. “Lebih baik saya pekerjakan pembantu. Kalau nikah lagi, malah seperti ini jadinya. Iya mungkin sudah jalannya kayak gini,” tutup Donwori yang menemui Radar Surabaya di sebuah restoran di kawasan Surabaya Selatan, belum lama ini. (*/opi)

Sumber: JawaPos.com




BERITA BERIKUTNYA
loading...