Arogan, Hamas Dihadang dengan Kayu dan Batu di Tanah Tumbuh

Sabtu, 21 November 2020 | 18:52:07 WIB

Sekelompok warga bertindak ala preman menghadang perjalanan Hamas dan rombongan di Kampung Pelangeh, Dusun Tanah Tumbuh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Sabtu siang (21-11-2020).
Sekelompok warga bertindak ala preman menghadang perjalanan Hamas dan rombongan di Kampung Pelangeh, Dusun Tanah Tumbuh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Sabtu siang (21-11-2020). ()

JAMBIONE.COM, MUARA BUNGO - Calon Bupati Bungo H Mashuri, nyaris menjadi korban arogansi sekelompok warga ala preman di Kecamatan Tanah Tumbuh, Sabtu siang(21-11-2020). Kejadian itu ketika calon Bupati yang berpasangan dengan H Safrudin Dwi Apriyanto (Apri) dengan nomor urut 2 ini hendak menghadiri undangan pernikahan warga di Kampung Pelangeh, Dusun Tanah Tumbuh Kecamatan Tanah Tumbuh.

Beberapa saat jelang tiba di lokasi pesta, yang juga tak jauh dari rumah orang tua calon wakil Bupati nomor urut 1, Erick Muhammad Hendrizal tersebut tiba-tiba iring-iringan kendaraan calon petahana ini dihadang oleh sekelompok warga ala preman.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab penghadangan tersebut. Namun salah satu kendaraan dalam iringan Hamas dirusak.

"Kejadiannya tadi di dekat kantor Camat Tanah tumbuh. Saat melintas, ada puluhan orang yang sudah siap dan langsung menghadang. Rombongan kami langsung tertahan," ucap Andas Toto wakil direktur pemenagan Hamas - Apri yang ikut dalam rombongan itu.

Andas Toto menyebutkan, puluhan orang yang telah bertindak ala preman ini tidak hanya melakukan penghadangan. Namun juga melakukan tindakan anarkis dengan merusak kendaraan menggunakan kayu dan batu.

"Masa ini ada yang menggunakan kayu, batu. Karena melihat situasi membahayakan, anggota polisi pengawal pak Mashuri terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan," jelasnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, Andas Toto berharap adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian. Dia menduga tindakan ini didalangi oleh oknum dan patut pula diduga katanya berkaitan dengan suksesi pemilihan kepala daerah.

Ia menegaskan, jika itu benar cara seperti ini adalah tindakan premanisme dan akan merusak proses demokrasi pilkada damai.

"Tim advokasi kami dalam waktu dekat akan membuat laporan pada pihak kepolisian. Kami juga meminta aparat penegak hukum untuk dapat menindak tegas para pelaku," harapnya.

Sebelumnya, tim pemenangan H Mashuri Kecamatan Tanah Tumbuh bulan lalu juga pernah membatalkan agenda pertemuan dengan calon Bupati nomor urut 2 Hamas-Apri. Pembatalan dilakukan 2 jam sebelum kegiatan digelar. Kegiatan terpaksa dihentikan dan dipindahkan dari lokasi sebelumnya di Dusun Tanah Tumbuh lalu di pindah ke Dusun Koto Jayo. Pemindahan terpaksa dilakukan karena tim Hamas-Apri dan tuan rumah tempat kegiatan diancam sejumlah orang.

"Kan bulan lalu tim kita di sana (Dusun Tanah Tumbuh-red) juga pernah di ancam, jadi bukan kali ini saja. Cuma ini sudah keterlaluan, ini sudah cara preman," tegas Khairun A.Roni Direktur Utama Pemenangan HAMAS-APRI menambahkan.

Terpisah, Kapolres Bungo AKBP Mokhammad Lutfi membenarkan adanya laporan kejadian penghadangan dan perusakan kendaraan ini. Dikatakannya, pihak Polres akan melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi untuk mengetahui pelakunya.

"Memang benar, nanti akan kita tindaklanjuti. Kami juga menghimbau agar tidak ada masyarakat yang melakukan pelanggaran hukum, baik hukum pidana maupun UU pemilu ," ucap Lutfi.(tmc)





BERITA BERIKUTNYA
loading...