Virus Corona Datang, Istri pun Ikut Menghilang

Kamis, 24 Desember 2020 | 09:02:58 WIB

()

Pandemi Covid-19 tak hanya membuat perekonomian Indonesia masuk jurang resesi. Tapi, juga memporak-porandakan pernikahan Donwori vs Karin yang sudah berjalan lima tahun.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya


Ada perempuan yang betah sengsara, tapi ada juga yang tidak. Nah, Karin, 30, ini rupanya masuk kategori yang kedua. Tidak betah hidup susah.

Buktinya, setahun lalu atau tepatnya sebelum negara api alias Covid-19 menyerang, ia adalah istri setia. Istri yang pantas dibanggakan, karena mau mendapingi Donwori dengan sangat baik. “Tapi, sejak Corona, Karin mulai berubah,” sambat Donwori pada Radar Surabaya, Senin (21/12) di sebuah warung kopi yang tak begitu jauh lokasinya dari Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.

Rumah tangga Donwori dan Karin, secara ekonomi bisa masuk kelas C-. Tidak terlalu miskin, tapi juga sering kesulitan bayar listrik dan wifi tiap bulannya. “Namun, kami bahagia meskipun makannya hanya pake penyetan iwak pe atau sayur asem,” lanjut pria 32 tahun itu sambil mengisap rokoknya dengan santai.

Lalu, Covid-19 menyerang, pertengahan Maret lalu.  Dua bulan Covid-19 datang, Donwori diberhentikan dari pekerjaannya. “Saya dirumahkan. Katanya, kalau Covid-19 sudah reda akan diprioritaskan dipanggil Kembali. Tapi faktanya sampai sekarang tak ada panggilan, karena Corona memang semakin merajalela,” lanjut Donwori yang lulusan SMK itu.

Nah, badai datang ketika Covid-19 menyerang. Karin mulai berubah. “Mulai sering marah-marah, mbantah apa kata saya. Juga mulai sering keluar rumah,” akunya.

Ditelisik Donwori, ternyata Karin punya gebetan. Namanya Donjuan, 33, seorang debt collector. “Mereka pacaran sudah sekitar lima-enam bulan,” ungkap Donwori.

Rela tidak rela Donwori harus menerima kenyataan pahit itu. Sudah ia upayakan agar tidak bercerai, namun Karin tetap ingin tinggal bersama Donjuan.

Karin berterus terang kepada Donwori kalau dirinya sudah tidak bahagia. Banyak keinginannya yang tidak bisa dituruti oleh suaminya. “Nggak tahu lagi saya dengan dia ini. Sudah saya bujuk, rayu, masih saja dia minta cerai,” kata Donwori.

Karin benar-benar sudah tidak mau tahu kesulitan yang dialami Donwori. Tetap saja ia ingin berpisah dari suaminya. Donwori kini ditinggal berdua bersama seorang anaknya. Sedangkan Karin pergi begitu saja bersama Donjuan.

Karin merasa hidup bersama Donwori sejak Corona susah. Padahal bapak satu anak itu sudah memberikan yang terbaik bagi istri dan anaknya. 

“Meskipun ada perampingan, saya tetap berusaha cari kerja. Memang belum dapat yang mapan, yang gajinya seperti pekerjaan dulu. Tapi, saya kan tetap bertanggung jawab menghidupi anak-istri. Eh, tetep saja Karin gak bisa terima. Ya gara-gara selingkuhannya tajir,” omel Donwori tanpa mau menjelaskan, apakah gugatannya sudah dimasukkan ke PA Klas IA Surabaya atau beum. Hasilnya, Radar Surabaya hanya bisa melongo sambal garuk-garuk karena wawancara yang menggantung. (jpc)

Sumber: JawaPos.com




BERITA BERIKUTNYA
loading...