Isi BBM Tak Sesuai Takaran, Pengelola Diminta Segera Lakukan Perbaikan

Disperindag dan Pertamina Segel SPBU "Nakal"

Selasa, 12 Januari 2021 | 06:58:12 WIB

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Jambi bersama pihak Pertamina menemukan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ‘nakal’ di Kota Jambi. Pengelola tidak memberikan pelayanan baik terhadap konsumen. Temuan yang paling fatal adalah pelayanan SPBU tidak sesuai takaran.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Komari mengatakan, pihaknya turun kelapangan melakukan pengawasan SPBU dalam Kota Jambi, Minggu (10/1) lalu.  Salah satu SPBU ‘nakal’ yang ditemukan tim gabungan DPP Kota dan Pertamina  adalah SPBU di kawasan Beringin.

 Menurut Komari, di lapangan pihaknya menemukan takaran diluar toleransi. Dari temuan tersebut pihaknya langsung melakukan penyegelan. “Langsung kita segel. Kita juga langsung ingatkan pemilik SPBU. Hari itu juga harus diselesaikan. Jika tidak diselesaikan cepat, maka kasian pengusaha dan masyarakat yang menggunakan BBM,” katanya.

Berdasarkan temuan di lapangan, tim dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi bersama pihak Pertamina menyegel 5 dari 12 Nozzle yang berada di SPBU Beringin.

Komari mengatakan pengawasan itu merupakan jaminan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kita berkombinasi dengan pihak pertamina. Jangan sampai pelayanan masyarakat tidak sesuai takaran. Ada yang kurang dan jangan juga lebih,” ujarnya.

Sementara pihak Pertamina, Yan mengatakan, sesuai dengan aturan dan prosedur, khususnya pelayanan SPBU dalam hal ini TERA, pihaknya selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. “Kami selalu menyampaikan apa yang menjadi keluhan, sembari terus memperbaiki untuk kedepannya,” katanya.

Mengenai temuan SPBU yang nakal, menjual BBM tidak dengan takaran yang tepat, menurut Yan, melihatnya  tentu dengan acuan legalitas surat. Begitu SPBU mengantongi izin yang berlaku, maka pihaknya berasumsi SPBU tersebut taat dan patuh. “Setelah dilakukan kroscek baru kita bisa berkeseimpulan,” katanya.

Menurut Yan, yang dilakukan pihaknya dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebenarnya bukan penyegalan. Tapi dalam rangka pembinaan. “Insya Allah kita clearkan,” ujarnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...