Kamis, Vaksinasi 7.939 Nakes Dilaksanakan

Selasa, 12 Januari 2021 | 06:59:20 WIB

Kadinkes Kota Jambi, Ida Yuliati
Kadinkes Kota Jambi, Ida Yuliati (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI -  Rabu (13/1) besok pemerintah secara resmi mencanangkan vaksinasi covid-19 secara serentak di Indonesia. Termasuk di Jambi. Lusanya, Kamis (14/1) dilanjutkan dengan proses vaksinasi di Kota Jambi dan Muarojambi. Di wilayah Kota Jambi, pada tahap awal ini akan divaksin lebih kurang 14.000 orang lebih. Kemudian di Muarojambi lebih kurang 3.400

Selain  itu penyuntikan vaksin sinovac tahap pertama ini juga dilakukan untuk tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan lainnya. Termasuk tenaga kesehatan di Kota Jambi. Saat ini sudah terdata 7.939 tenaga kesehatan se Provinsi Jambi yang diberikan vaksin, sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Kadinkes Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan, vaksin Sinovac akan disuntikkan atau dicanangkan pada Kamis (14/1) mendatang. Saat ini, kata dia vaksin sudah tersedia di Jambi. Hanya saja belum dibuka. Sembari menunggu izin dari BPOM keluar dalam waktu dekat ini.

Sementara, pemberian vaksin dilaksanakan di 17 rumah sakit di Kota Jambi dan 10 Puskesmas, serta 1 KKP. Baik itu rumah sakit pemerintah maupun swasta dan rumah sakit TNI-Polri. “Sesuai intruksi presiden, vaksin diberikan gratis. Pencanangan vaksin juga akan dilakukan presiden RI Joko Widodo, Rabu (13/1) besok,” jelas Ida Yuliati.

Menurut dia, pemberian vaksin juga sudah tertera dalam keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.02/MENKES/9860/2020 tentang penetapan jenis vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Tujuan diberikannya vaksin Sinovac ini, agar dapat membentuk kekebalan imun individu ataupun kelompok masyarakat. “Kemudian menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19. Melindungi dan memperkuat sistem kesehatan menyeluruh, serta menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Adapun mereka yang dapat diberikan vaksin, di antaranya berusia 18-59 tahun dan tidak memiliki riwayat Covid-19. Sementara vaksin tidak diberikan kepada orang yang tekanan darahnya lebih dari 140/90. Kemudian pernah menderita Covid-19, sedang hamil atau menyusui. Lalu, ada anggota keluarga serumah yang terkonfimrasi Covid-19, riwayat alergi berat setelah vaksinasi, sedang dalam terapi aktif terhadap penyakit kelainan darah, hipotiroid, komorbid, dan bebebrapa lainnya.

Atas kriteria tersebut pula, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha dan Sekda Budidya tidak akan menerima vaksin. Karena mereka telah memiliki antibody pasca terkonfrimasi Covid-19 beberapa waktu lalu. Termasuk Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengidap komorbid.

 “Vaksin juga bisa ditunda jika sedang demam di atas 37 derajat celcius. Semua nakes sudah terdata pada base data. Semua sudah kirim informasi untuk penyuntikkan vaksin melalui pesan singkat dari pemerintah pusat. Otomatis,” ungkap Ida.

Lebih lanjut, Ida Yuliati menjelaskan, adapun alur pelayanan vaksinasi Covid-19, yakni pertama sasaran vaksinasi Covid-19 mendatangi pelayanan vaksinasi. Pada meja 1, peserta menunjukkan e-tiket untuk verifikasi data menggunakan aplikasi.

Kemudian pada meja 2, petugas akan melakukan skrining terhadap peserta, guna mengidentifikasi kondisi peserta apakah bisa divaksin atau tidak. Lalu pada meja ke 3, petugas memberikan vaksinasi secara intra muskular sesuai prinsip penyuntikan yang aman, dengan mencatat merk, jenis dan nomor vaksin yang diberikan kepada peserta. “Pada meja 4, petugas mencatat hasil pelayanan vaksinasi ke dalam aplikasi Pcare. Peserta diobservasi selama 30 menit untuk dimonitor,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana meminta seluruh fasilitas kesehatan dapat menyiapkan ruangan khusus untuk penyuntikan vaksin tersebut. Ruangan khusus tersebut untuk memenuhi standar layanan penyuntikan vaksin Covid-19. Serta menyiapkan tempat penyimpanan vaksin Sinovac yang nantinya akan di distribusikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi ke kabupaten dan kota.  "Karena pada tahap pertama sasarannya tenaga kesehatan, sehingga tidak ada kendala yang berarti dalam proses vaksinasi nantinya," kata Maulana. 

Namun, sebelum dilakukan vaksinasi, terlebih dahulu akan dilakukan pengecekan kesehatan terhadap tenaga kesehatan yang akan di vaksin. Pengecekan tersebut dilakukan untuk mendeteksi apakah tenaga kesehatan tersebut memiliki penyakit penyerta yang beresiko tinggi atau tidak. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...