Dituding Tak Tepati Janji Rekrutmen Tenaga Kerja

Warga Blokir Pintu Masuk PLTA Batang Merangin

Selasa, 12 Januari 2021 | 07:01:40 WIB

(Saudi Arabia/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, KERINCI - Warga Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci memblokir jalan masuk menuju Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Merangin, Senin (11/1) kemarin. Aksi pemblokiran jalan tersebut dimulai dari pukul 09.00 Wib. Selain jalan menuju kantor pusat PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), perusahaan yang mengerjakan PLTA, warga juga menutup akses jalan pintu terowongan. 

 Informasi yang diperoleh menyebutkan, aksi warga ini sebagai bentuk protes terhadap pihak perusahaan yang mengerjakan pembangunan PLTA berkapasitas 350 Megawatt (MW) tersebut. Warga menuding pihak perusahaan tidak menepati janji. Awalnya pihak perusahaan berjanji akan memberdayakan warga setempat sebagai Karyawan tetap, bukan pekerja kontrak atau Outsourcing.

Selain itu, warga juga minta pihak PLTA menjelaskan pembebasan lahan 400 hektare lebih dan minta penjelasan pembayaran kompensasi untuk masyarakat.  "Hari Ini kita warga Tamiai kembali gelar aksi damai. Pintu masuk Kantor Pusat PLTA dan pintu masuk terowongan sudah diblokir. Aksi ini kita lakukan karena tuntutan warga belum juga dipenuhi pihak PLTA,"kata Mukri, warga Tamiai yang memimpin aksi tersebut. 

Menurut Mukri, PT Kerinci Merangin Hidro tidak menepati janji. Kesepakatan awal, pihak perusahaan menjanjikan 40 persen warga Tamiai akan dipekerjakan menjadi karyawan tetap. "Tapi buktinya, saat ini malah warga ditipu. Ada beberapa warga yang diangkat menjadi tenaga kontrak (Outsourcing). Ini tidak sesuai dengan kesepakatan awal,"sebutnya.

Namun, kabarnya dalam aksi tersebut warga tidak berhasil menemui pihak PLTA untuk menyampaikan tuntutan tersebut. Hingga Senin sore, warga masih bertahan di lokasi dan melakukan pemblokiran.

Terpisah, Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kerinci, Amir Syafruddin, saat dikonfirmasi mengatakan PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) belum melaporkan tenaga kerja yang berkerja di proyek pembangunan PLTA kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kerinci.  Menurut Amir, selama hampir 2 tahun PLTA yang dibawah PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) belum ada melaporkan tenaga kerjanya. 

"Khusus untuk perusahaan wajib melaporkan tenaga kerja ke dinas. Tapi ini hampir 2 tahun belum ada dilaporkan. Dari Lima perusahaan dibawah PT Induk KMH cuma satu perusahan yang sudah melaporkan. Yakni PT Kokarindo. Sedang Empat lagi belum,"sebutnya. 

Menurut Amir, pihaknya sudah penah menyurati pihak PT KMH untuk melaporkan tenaga kerja yang bekerja di mega Proyek PLTA Batang Merangin tersebut. "Bulan Februari pernah kita ke lokasi. Tapi sampai saat belum kita ketahui tenaga kerja asing dan tenaga kerja lainnya. Padahal berdasarkan Undang-undang, perusahaan wajib melaporkan tenaga kerja 6 bulan sejak beroperasi kepada Dinas tenaga kerja,"terangnya. 

Sementara itu, Humas PLTA Batang Merangin, Israwan, saat dikonfirmasi via ponsel membantah ada kesepakatan 40 persen pekerja di proyek pembangunan PLTA dari warga Tamiai. "Tidak ada perjanjian. Apakah ada UU mengharuskan 40 persen warga Tamiai. Mana perjanjian hitam diatas putih. Kemudian desa lain bagaimana. Kalau ada perjanjian, saya langsung bawa ke Jakarta. Tapi kalau tidak ada, itu cuma isu,"katanya. 

Menurut Israwan, pihaknya telah mengakomudir sekitar 500 lebih pekerja di proyek PLTA tersebut  berasal dari warga kecamatan Batang Merangin. "Kalau ada pekerjaan akan kami sampaikan. Sesuai dengan kebutuhan kami,"sebutnya. 

Ditanya soal warga Tamiai yang hanya diperkejakan secara Outsourcing? Israwan mengatakan semua karyawan kontrak dengan gaji bulanan. "Tidak ada UU melarang memperkerjakan Outsourcing. Semua pekerja adalah tenaga kontrak,"ujarnya. 

Kemudian, Israwan juga membantah belum melaporkan tenaga kerja. Menurut dia, pihaknya sudah melaporkan tenaga kerjanya ke Dinas Tenaga Kerja secara online. "Yang jelas kita telah memenuhi ketentuan. Semua laporan kita sampaikan dengan sistem online atau OSS,"ucapnya. 

Untuk diketahui,  saat ini jumlah tenaga Kerja yang bekerja di Proyek PLTA Batang Merangin sekitar 750 orang. 500 lebih diantaranya adalah masyarakat setempat dan 17 orang tenaga Ahli dari tenaga asing.

Sebelumnya, pembangunan PLTA Batang Merangin berkapasitas 350 megawatt (MW) sempat terbengkalai lebih 15 tahun. Pembangunan PLTA Batang Merangin dilanjutkan lagi 2019 lalu, sebagai salah satu upaya mengatasi krisis listrik di Provinsi Jambi dan beberapa wilayah di Sumatera.

Gubernur Jambi, Fachrori Umar pernah mengunjungi  lokasi pembangunan PLTA tersebut, pada Maret 2020 lalu. Ketika itu, Fachrori mengatakan pembangunan PLTA Batang Merangin kini ditangani PT Bukaka Teknik Utama Tbk melalui anak usaha, PT Keinci Merangin Hidro.

Pembangunan PLTA Batang Merangin yang berada di Dusun Bedeng Lima, Desa Batang Merangin Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi tersebut diperkirakan rampung tahun 2025. Sebelumnya, pembangunan PLTA Batang Merangin sempat tertunda belasan tahun karena pihak kontraktor hanya merancang kapasitas PLTA sekitar 150 MW. Namun setelah pihak PT PLN melakukan survei, ternyata PLTA Batang Merangin bisa menghasilkan daya listrik 350 MW.(sau)





BERITA BERIKUTNYA
loading...