Bupati Batanghari tidak Divaksin

Rabu, 13 Januari 2021 | 07:25:26 WIB

dr Elfi Yennie
dr Elfi Yennie (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MUARABULIAN - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan aturan tentang distribusi vaksin covid-19, prioritas penerima vaksin, prioritas wilayah penerima vaksin hingga ke pelaksanaan penerima vaksin 2021.

Umur menjadi salah satu unsur bagi penerima vaksin, jika penerima diatas umur 60 tahun tidak di berikan vaksin, seperti halnya Bupati Batanghari Ir. Syahirsah. Vaksin Sinovac tak bakal masuk ditubuhnya. Juru bicara Satuan tugas (Satgas) COVID-19 daerah ini, dr Elfi Yennie mengatakan faktor usia menjadi pemicunya.

"Iya, namun di Batanghari, Bupati tidak bisa diberikan vaksinasi tahap awal ini, karena sudah berusia di atas 60 tahun," ujar Elfi dalam keterangan tertulis, Senin (11/1).

 Menurut aturan, sasaran vaksinasi saat ini untuk masyarakat yang berusia 18 hingga 59 tahun. Meski begitu, Elfi berkata vaksinasi pertama tetap akan dilakukan secara simbolis. "Dengan sasaran 10 orang tokoh mewakili pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan," ucapnya.

 Vaksinasi bagi tenaga kesehatan (nakes) dilakukan bertahap sesuai dengan ketersediaan vaksin. Saat ini, di Provinsi Jambi baru tersedia 20 ribu dosis vaksin, artinya hanya bisa untuk 10 ribu nakes "Karena setiap orang dapat 2 dosis, 2 kali penyuntikan dengan jarak 14 hari," katanya.

Menurut Elfi, nakes Batanghari yang sudah terdata di sistem sebanyak 1.867 orang. Dari jumlah ini, nakes yang akan di vaksin tahap awal sejumlah 675 orang. Sebab, vaksin yang dialokasikan untuk Kabupaten Batanghari sejumlah 1.350 dosis. (bam)





BERITA BERIKUTNYA
loading...