Diduga Ada Pangkalan Gas 3 Kg Bodong di Kota Jambi

Rabu, 13 Januari 2021 | 07:27:23 WIB

sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi Doni
sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi Doni (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Beberapa warga di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi mengeluhkan adanya pangkalan gas subsidi yang kerap kali menjual gas diatas harga eceran tertinggi (HET). Bahkan, warga juga sering kecewa karena sering tidak mendapatkan gas. 

"Ada pangkalan nakal, sering jual diatas HET, gas nya juga sering kosong," kata warga yang tidak mau disebutkan namanya. 

Menurutnya, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi. "Kami sudah laporkan, karena gas subsidi ini sudah jelas peruntukannya, yang membeli harus punya

Menindaklanjuti hal tersebut, sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi Doni mengaku sudah menerima laporan tersebut. 

"Sudah kami terima laporan itu. Sudah kami cek juga, dugaan awal ada  pangkalan gas 3 Kilogram tidak terdaftar di kawasan Kecamatan Paal Merah," kata Doni, Selasa (12/1). 

Ditambahkan Doni, setelah ditelusuri, Pangkalan gas tersebut berdiri tanpa memiliki kartu pelanggan atau tidak termasuk dalam pemetaan antara pemerintah kota dan pertamina.

"Jadi pangkalan ini diluar  pemetaan. Jadi akan kita tutup," katanya.

Ia mengaku juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina, untuk sementara tak lagi menyuplai gas ke pangkalan tersebut. Nantinya, gas akan dialihkan ke pangkalan resmi berdasarkan hasil pemetaan yang sudah dilakukan. 

"Supaya ada pemerataan, dan tidak terjadi keributan di masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina, Zulfirman mengatakan bahwa pihaknya juga sudah menerima laporan tersebut. Dia mengakui bahwa memang ada pangkalan yang tidak terdaftar dan tidak termasuk dalam sistem pemetaan yang telah dibuat. 

"Sudah kita evaluasi, nanti akan dipetakan ulang," ujarnya.

Zulfirman menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai pengawasan di lapangan. Selain itu juga pihaknya sudah mengkonfirmasi kepada pihak agen untuk sementara tidak memasok gas ke pangkalan tersebut. 

"Kita sudah berkoordinasi, dan memang kalau ada pangkalan baru, agen harus berkoordinasi baik dengan Pertamina atau pun Dinas Perindustrian dan Perdagangan," pungkasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...