Puluhan Rumah di Sarolangun dan Bungo Terendam Banjir

Rabu, 13 Januari 2021 | 07:37:21 WIB

()

JAMBIONE.COM, SAROLANGUN- Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di kabupaten dalam Provinsi Jambi dilanda banjir, Selasa (12/1) kemarin. Di Sarolangun, beberapa desa di Kecamatan Limun terendam akibat meluapnya air Sungai Limun dan Batang Asai. Sementara di Kabupaten Bungo, sejumlah rumah di Kecamatan Jujuhan dan Jujuhan Ilir, juga terendam akibat luapan air Sungai Batang Jujuhan dan Sungai Batang Asam

Dari Sarolangun dilaporkan, berdasarkan pantauan di lokasi banjir,  ketinggian air di akses jalan menunju kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) dan Batang Asai hampir mencapai lutut orang dewasa. Akibatnya puluhan rumah di RT 06 dan RT 07 terendam banjir.

Sanu,  salah satu warga mengatakan air mulai naik sekitar pukul 05.00 Wib subuh. Hingga Selasa sore volume air banjir terus naik. “Banjir mulai terjadi subuh pagi tadi. Saat ini ketinggian terus naik. Desa sebelah Muara Limun juga banjir. Tapi lebih parah disini,” katanya. 

Akibat banjir tersebut, hampir semua aktifitas warga setempat lumpuh. Air yang mengenangi badan jalan juga membuat kendaraan bermotor, terutama kendaraan roda dua sulit melintas. Menurut Sanu, kondisi banjir kali ini lebih besar dibandingkan banjir beberapa waktu lalu. “Kalau mobil masih bisa lewat. Tapi kalau motor agak susah. Sda sebagian yang nekat lewat mesinya mati terendam air,” ungkapnya.

Tim BPBD Sarolangun terus stanby di lokasi banjir untuk memantau apabila kemungkinan buruk terjadi. “Kita siapkan perahu karet untuk alat evakuasi warga. Karena kondisi air terus naik. Tapi saat ini warga masih tetap berada di rumah masing masing, belum ada yang dievakuasi,” kata Yusuf, salah satu Anggota BPBD Sarolangun saat ditemui di lokasi banjir.

Sementara itu, dari Bungo dilaporkan Ketinggian genangan air mencapai 50 Cm. Tidak hanya rumah warga, banjir juga merendam akses jalan utama di Dusun (Desa) Baru Balai Panjang, yang membuat pengendara kesulitan untuk melintas.

Kemudian, di Dusun Pulau Jelmu ketinggian air sudah mencapai 1 meter. Sedikitnya ada 22 rumah warga yang terendam , yang menyebabkan 105 jiwa terkena dampak banjir tersebut.

Rio (Kepala Desa, red) Pulau Jelmu, Masrodi mengatakan hingga Rabu sore debit air masih mengalami peningkatan di wilayah tersebut.

Dia meminta masyarakat tetap berhati-hati beraktivitas, dan melakukan upaya antisipasi jika terjadi banjir lebih besar. “Kondisi air sekarang masih naik warga sudah antisipasi akan banjir susulan. Kendaraan roda empat dan dua bisa kita kondisikan lewat jalan akses lainnya,” ujarnya.

Menurut Masrodi, sebagian warga yang terkena banjir sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari terjadi kemungkinan lebih buruk. “Kami sudah mendata rumah-rumah warga yang terkena banjir. Jumlah kerugian belum ada laporan dari warga. Namun ketua RT sudah melakukan pendataan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, Tobroni Yusuf mengatakan, pihaknya sudah menurunkan satu regu untuk membantu warga korban banjir. Dia menghimbau warga tetap waspada, karena diprediksi curah hujan akan terus mengguyur wilayah Kabupaten Bungo beberapa bulan kedepan. “Tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir yang lebih besar di wilayah tersebut. Untuk itu kami minta masyarakat terus waspada,” pungkasnya. (wel/yad)





BERITA BERIKUTNYA
loading...