Pencanangan Diundur Kamis Besok, Kota Jambi dan Muarojambi Sudah Terima Vaksin

Petugas Vaksinasi Sudah Dilatih, Tak Perlu Khawatir

Rabu, 13 Januari 2021 | 07:41:13 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Pencanangan vaksinasi Covid-19 jenis sinovac di Provinsi Jambi diundur. Semula dijadwalkan hari ini, Rabu (13/1), diundur menjadi Kamis 14 Januari 2021. Sekda Provinsi Jambi Sudirman mengatakan, hari ini merupakan jadwal gladi resik bagi yang akan divaksin. Yakni proses pemeriksaan semacam screening test awal.

" Pada tanggal 14 (Januari) sudah bisa kita ketahui posisi yang akan divaksin pusat," katanya, Selasa (12/1). Menurut Sudirman, jumlah yang diminta oleh Kementerian Kesehatan sebagai orang pertama divaksin hanya 10 orang.

Para pejabat yang divaksin pertama yaitu Kapolda, Wakapolda, Danrem, Sekda Provinsi Jambi, Staf Ahli, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Umum dan unsur pendeta. Setelah proses pencanangan dan penyuntikan vaksinasi tahap pertama, dilanjutkan vaksinasi di dua wilayah, Kota Jambi dan Muarojambi.

Vaksin yang didistribusikan ke Kota Jambi sebanyak 14.000 ribu dosis lebih, dan ke Muarojambi 3.400 dosis. "Kami sudah rapatkan agar pencanangan juga untuk calon-calon yang divaksin di Kota Jambi dan Muarojambi. Jadi nanti bisa sebagai contoh bagi masyarakat.Insya Allah aman," katanya.

Sementara itu untuk mekanisme peserta yang akan divaksinasi selanjutnya, nama-nama tenaga medis yang dipilih akan memperoleh SMS langsung dari pusat. "Begitu ada perintah itu, artinya siap untuk divaksin dengan tanggal pelaksanaan ditetapkan oleh Kota Jambi dan MuaroJambi. Karena tanggal 14 Januari hanya tahapan pencanangan saja, bisa jadi penyelesaiannya tiga sampai empat hari, bahkan 1 minggu," jelasnya.

Proses penyaluran vaksi ke daerah daerah sudah dilakukan, mulai Selasa (12/1) kemarin. Di kota Jambi misalnya, sudah dikirim sebanyak 8.000 dosis vaksin Sinovac ke Gedung Farmasi Kota Jambi. Kedatangan vaksin tersebut dikawal ketat aparat kepolisian. Ribuan vaksin tersebut tampak dikemas dalam 4 kardus. Setelah dilakukan serah terima, vaksin langsung dibawa petugas ke dalam gedung Farmasi, untuk kemudian disimpan di lemari pendingin bersuhu 2 sampai 8 derajat celcius.

Kadinkes Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan, total kebutuhan vaksi di Kota Jambi 14.240 dosis. Dengan jumlah sasaran vaksinasi 7.939 orang. “Yang kita terima baru segitu. Sisanya kita belum tahu kapan,” katanya.

Menurut Ida, mulai hari ini, Rabu (13/1), vaksin-vaksin tersebut akan didistribusikan ke tiap rumah sakit, Puskesmas dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jambi yang telah ditunjuk untuk melakukan pelayanan vaksinasi.

Ida mengatakan, hari ini seluruh wilayah di Indonesia akan bersama-sama melihat pencanangan vaksinnasi. Yang pertama kali vaksin akan disuntik kepada Presiden RI, Joko Widodo. Kemudian,  pihaknya juga akan melakukan pencanangan vaksin di Kota Jambi, bertempat di Mako Damkar Kota Jambi.

Ida menjelaskan,  tiap tempat pelayanan vaksinasi sudah ada masing-masing petugas yang sebelumnya telah dilatih oleh pemerintah untuk melakukan vaksinasi. Sehingga dia meminta masyarakat tidak khawatir. “Tiap tempat yang sudah kita tunjuk sudah ada ahlinya. Sudah dilatih oleh pemerintah. Nanti peserta itu akan disuntik dua kali. Jaraknya selama 2 minggu dari suntikkan pertama,” jelasnya.

Ida menegaskan bahwa dalam proses vaksinasi ini tidak asal suntik. Akan ada sejumlah alur vaksinasi yang telah disiapkan petugas. Informasi yang didapat, pada pencanangan vaksin, Kamis (14/1) besok, ada sejumlah pejabat yang akan divaksin. Diantaranya Kapolresta Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi, Kasdim 0415/BTH, Plt Kajari Jambi, Kepala Pemadama dan Penyelamatan Kota Jambi, dan beberapa lainnya. 

Dari Muarojambi dilaporkan, 3.400 dosis vaksin COVID-19 Sinovac juga sudah diterima Pemkab Muarojambi. Plt Kepala Dinkes Muarojambi Yes Isman mengatakan proses vaksinasi

Berlangsung empat gelombang. Pertama pada acara pencanangan vaksinasi hari ini, vaksin akan disuntikkan kepada 11 orang. Yaitu perwakilan unsur Pemda, Forkompimda, organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan, termasuk MUI.

" 11 nama yang disuntik pertama ini ditentukan oleh  pemerintah pusat. Datanya dikirim melalui SMS. Untuk tahap pertama ini memang yang akan divaksin hanya Kota Jambi dan Muarojambi terlebih dahulu," sebut yes.

Kemudian, dilanjutkan vaksinasi untuk tenaga kesehatan  (Nakes) sebanyak 1.700 orang. Vaksin tersebut akan disalurkan ke puskesmas se-kabupaten Muarojambi. Selanjutnya pada bulan Maret, penyuntikan vaksin kepada petugas pelayanan publik. Diantaranya TNI, Polri, pegawai Dukcapil, Perbankan dan pegawai pabrik. Selanjutnya, gelombang ketiga vaksinasi untuk lansia umur 60 tahun keatas dan masyarakat umum umur diatas 18 tahun. ‘’ Gelombang ke tiga ini diperkirakan  November nanti,"tutup Yes.

Kabid P2P Dinkes Muarojambi, Afifudin menambahkan, 3.400 dosis vaksin tersebut akan divaksinasi kepada 1.700 orang. Setiap orang rencananya akan divaksin dua kali dengan interval waktu 2 Minggu. " Jadi kalau 3.400 dibagi dua itu 1.700 orang. Jadwalnya seperti itu," pungkasnya.

Sementara itu, untuk Kabupaten Batanghari tahap pertama dialokasikan 1.350 dosis vaksin. Juru bicara Satuan tugas (Satgas) COVID-19 Batanghari, dr Elfi Yennie mengatakan nakes Batanghari yang sudah terdata di sistem sebanyak 1.867 orang. Dari jumlah ini, nakes yang akan di vaksin tahap awal sejumlah 675 orang.

Menurut Elfi, Bupati Batanghari Syahirsah tidak masuk dalam daftar vaksinasi tahap pertama. Karena sudah berumur diatas 60 tahun. Menurut aturan, sasaran vaksinasi saat ini untuk masyarakat yang berusia 18 hingga 59 tahun. Meski begitu, lanjut Elfi vaksinasi pertama tetap akan dilakukan secara simbolis. "Dengan sasaran 10 orang tokoh mewakili pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan," ucapnya.

Vaksinasi bagi tenaga kesehatan (nakes) dilakukan bertahap sesuai dengan ketersediaan vaksin. Saat ini, di Provinsi Jambi baru tersedia 20 ribu dosis vaksin, artinya hanya bisa untuk 10 ribu nakes. "Karena setiap orang dapat 2 dosis, 2 kali penyuntikan dengan jarak 14 hari," katanya.

Kemudian, dari Tanjab Barat dilaporkan pada tahap pertama akan menerima 728 dosis vaksin. Kasi P2PL Dinas Kesehatan Tanjab Barat H Syarudin mengatakan pihaknya sedang memberikan pelatihan proses vaksinasi kepada sejumlah tenaga medis. Masing -masing puskesmas lima petugas. "Pelatihan sudah jalan.  Insya Allah, Rabu besok (hari ini) pelatihan selesai," katanya.(ali/Cr08/bam/son)





BERITA BERIKUTNYA
loading...