Ada yang Berlatar Belakang Birokrat, Politisi, Akademisi hingga Pengusaha; Sebagian Sudah Gencar Lak

Bursa Cawako Jambi Mulai Mengemuka

Rabu, 13 Januari 2021 | 07:45:47 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Setelah Pemilihan Gubernur Jambi, isu perpoilitikan di Jambi mulai mulai mengarah ke Pemilihan Wali Kota Jambi. Meski periode kepemimpinan Syarif Fasha-Maulana baru habis 2023, namun sejumlah nama kandidat bakal calon Walikota Jambi yang akan menggantikan posisi Fasha sudah mulai bermunculan.  Bahkan beberapa diantaranya sudah getol mempromosikan diri melalui spanduk  maupun di media media sosial (Medsos).

Sejumlah nama yang akhir-akhir ini kian santer disebut-sebut bakal maju di perebutan BH 1 AZ diantaranya Wakil walikota Jambi Maulana, anggota DPRD Kota Jambi dari PKS Zayadi, anggota DPRD Provinsi Jambi dari Gerindra Rocky Candra. Selanjutnya juga ada nama mantan wakil walikota Jambi yang kini duduk di DPD RI, Sum Indra.

Kemudian, nama yang juga ramai dipromosikan (mempromosikan diri) di Media sosial adalah mantan Kadis PUPR Kota Jambi Farti Suandri, dan H Abdulrahman atau Rahman Dila yang berlatar belakang pengusaha. Selain itu, dari kalangan akademisi yang dinilai pantas memimpin Kota Jambi, yaitu Dr As’ad Isma yang kini menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN STS Jambi.

Nama lainnya yang juga digadang gadangkan maju Pilwako adalah Irjen (pur) Syafril Nursal, yang sebelumnya maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jambi mendampingi Fachrori Umar. Jenderal bintang dua asal Kerinci ini dinilai pantas memimpin Kota Jambi setelah Fasha nanti. Ini bisa dilihat dari visi dan misinya saat maju di Pilgub Jambi 9 Desember lalu.

Informasi yang diperoleh Jambi One, beberapa diantara nama tersebut sudah ada yang mulai melakukan sosialisasi. Baik melalui poster atau baliho maupun melalui media sosial. Bahkan, kabarnya ada juga yang sudah membuat rencana sosialiasi atau pencitraan melalui media online.

Informasi lain menyebutkan, mulai ramainya bursa kandidat calon Walikota Jambi ini berkaitan dengan mengemukanya wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang masa jabatan kepala daerahnya habis tahun 2023 dimajukan menjadi 2022. Sebelumnya, Komisi II DPR RI membuka kemungkinan Pilkada Serentak diselenggarakan pada 2022 dan 2023.

Kemungkinan itu muncul setelah pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu hampir menyepakati perihal pembatalan wacana menggelar pilkada secara serentak pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) pada Pemilu 2024 mendatang.

Sejumlah politisi dan para pengamat politik di Jambi menyambut baik munculnya sejumlah nama bursa calon Walikota Jambi. Mereka menilai, untuk maju di suatu kontentasi Pilkada butuh waktu untuk sosialiasasi. Jadi normal saja, nama nama yang muncul sekarang melakukan sosialiasi dalam sua atau tiga tahun ke depan.

Namun, dari sederet nama yang bakal maju tersebut, terutama yang berlatar birokrat atau memegang jabatan di lembaga legislatif (anggota DPRD) harus membuktikan kinerjanya saat ini. Jika benar ingin ikut berkompetisi di perebutan kursi nomor satu di bumi Tanah Pilih Puseko Betuah, mereka harus menunjukkan prestasi, atau paling tidak kinerjanya harus jelas dan terukur.

Pengamat Politik dari Universitas Jambi, Hatta Abdi Muhammad mengatakan, sangat normal jika beberapa figur sudah terlihat dalam bursa calon walikota Kota Jambi tahun 2023. Menurutnya, sejumlah bakal calon yang muncul saat ini adalah figur-figur yang telah dikenal publik sebelumnya. Misalnya Maulana yang merupakan wakil walikota dari Fasha dan Rocky Chandra yang kini menjabat sebagai wakil DPRD Provinsi Jambi.

"Yang perlu diingat dari figur-figur ini adalah secepat mungkin mampu terimajinasi oleh publik Kota Jambi. Bukan sekedar popularitas saja, namun legacy yang patut dibanggakan," katanya.

Hal ini, kata dia, setidaknya dapat memberikan stimulus meningkatnya kepercayaan publik Jambi yang sebagian besar terkategori masyarakat yang rasional. Lalu bagaimana dengan perahu politik? Menurut Hatta, dalam mengusung calon, partai politik bukan saja rekam jejak sang calon, tapi juga potensi kemenangan masing-masing figur.

"Jadi ke depan, figur-figur yang muncul ini tentu harus menampilkan kerja-kerja politik yang nyata. Selain itu juga melakukan konsolidasi secara baik kepada publik Jambi dan parpol. Tujuannya untuk membentuk image yang baik dan positif," jelasnya.

Dari sejumlah nama kandidat yang muncul tersebut sudah punya modal cukup kuat. Maulana, Rocky Chandra, Zayadi, Sum Indra dan Syafril Nursal misalnya. Mereka sudah punya parpol yang jelas. Maulana dan Rocky Candra merupakan kader Partai Gerindra. Kemudian Zayadi dari PKS, Sum Indra PDIP dan Syafril Nursal terdaftar sebagai kader Partai Demokrat.

Selain parpol, beberapa diantaranya juga diyakini memiliki basis massa dan kekuatan financial. Tinggal bagaimana lagi mengolah sehingga namanya menjadi popular dan bisa diterima masyarakat. ‘’ Sekarang yang terpenting itu kekuatan financial. Dengan kekuatan financial, mereka bisa melakukan sosialisasi dan pencitraan sejak jauh hari,’’ kata salah satu politisi senior Jambi.

Dibagian lain, nama Farti Suandri dan H Rahman Dila juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Termasuk kandidat calon dari akademisi As’ad Isma. Meski bukan kader partai, ketiga kandidat ini dikenal sangat dengan kalangan parpol tertentu. As’ad Isma misalnya. Dia pernah menjabat sebagai Ketua GP Ansor Provinsi Jambi yang dikenal sebagai sayap PKB.

Selain itu, As’ad juga memiliki basis massa yang kuat dan mengakar. Selain menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN STS Jambi, As’ad juga aktif disejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas). Kemudian Parti dan H Rahman dikenal familiar di kalangan pengusaha. Keduanya juga dekat sengan sejumlah petinggi Parpol.

Beberapa warga yang ditemui Jambi One mengaku sudah mengenal dengan sejumlah nama kandidat bakal calon Walikota Jambi yang kini mulai muncul kepermukaan. Namun, siapa diantara nama nama itu yang pantas menggantikan posisi Fasha nanti, mereka mengaku masih akan melihat perkembangan. ‘’ Masih jauh mas. Tapi, beberapa nama yang muncul itu sudah sangat dikenal,’’ kata Edo, salah satu pemuda yang berprofesi sebagai Ojek Online (ojol) di Kota Jambi.

Warga lainnya, Rudi juga mengaku sudah mengenal beberapa nama kandidat bakal calon Walikoata Jambi yang muncul saat ini. Dia mengaku menegetahui nama nama itu melalui media sosial. ‘’ Di Medsos sekarangkan sudah mulai ramai. Beberapa nama saya kira pantas lah. Tapikan masih jauh. Kita lihat sajalah nanti,’’ kata alumni salah satu perguruan Tinggi negeri di Jambi ini. (fey/ist)





BERITA BERIKUTNYA
loading...