Yusril Beberkan Bukti Pelanggaran KPU, 13.487 Pemilih Tak Miliki E-KTP dan SUKET Ikut Mencoblos

CE-Ratu Minta PSU di 5 Kabupaten/Kota

Rabu, 27 Januari 2021 | 09:19:10 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Sidang pendahuluan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Gubernur Jambi di Mahkamah Konstitusi (MK) sudah digelar, Selasa (26/1) kemarin. Gugatan pasangan Cek Endra-Ratu Munawaroh (CE-Ratu) tersebut dibacakan kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra via daring. Cek Endra juga hadir menyaksikan sidang lewat aplikasi zoom.

Dalam permohonan gugatannya, Yusril menyebut mereka memiliki bukti bahwa selisih suara yang terpaut tipis dari paslon 03 Haris-Sani (11.418), terindikasi diperoleh dengan praktik pelanggaran. Menurut Yusril, praktik pelanggaran itu terjadi secara meluas oleh KPU. Sehingga merugikan CE-Ratu.

Yusril lantas membeberkan praktik pelanggaran yang dimaksud lihat link (https://youtu.be/dC-tu2UUQts). “Ada pemilih tidak berhak yang tanpa memiliki E-KTP dan SUKET diberikan kesempatan memilih. Totalnya sekitar 13.487 suara,”kata Yusril.

Menurut dia, hak memilih telah diatur dalam pasal 56 dan 57 UU Nomro 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, yang menyatakan bahwa satu-satunya syarat utama pemilih bisa menncoblos dibuktikan dengan kepemilikan E-ktp atau Surat Keterangan Telah Melakukan Rekam Data Elektronik (SUKET) dari Disdukcapil.

“Dalam prosesnya, kami menemukan banyak pemilih yang tidak berhak ikut diberikan kesempatan memilih. Bberdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat 4 PKPU nomor 19 tahun 2019, suara yang berasal dari pemilih yang tidak memiliki E-KTP atau SUKET merupakan suara yang tidak sah. Karena KTP atau SUKET adalah syarat untuk dapat menggunakan hak pilih dan secara limitatif sebagai pembuktian benar tidaknya domisili pemilih,”jelas Yusril.

Yusril menegaskan, akibat praktik pelanggaran yang terjadi secara meluas itu pasangan CE-Ratu dirugikan. “Yang semestinya pasangan CE-Ratu memperoleh suara 585.203 dan paslon Haris-Sani 583.134,”ujarnya.

Berdasarkan perolehan suara itu, pasangan CE-Ratu semestinya unggul sekitar 2 ribu suara. Menurut Yusril, pelanggaran pemilu yang berlangsung dengan massif itu jelas merugikan CE-Ratu dan justru menguntungkan Haris-Sani.

Dalam petitumnya, Yusril meminta Hakim MK untuk menganulir keputusan KPU yang memenangkan Al Haris-Sani. Yusril juga meminta MK agar memerintahkan KPU untuk menetapkan CE-Ratu sebagai pemenang Pilgub Jambi dengan perolehan suara 585.203 suara itu.
“Atau memerintahkan termohon (KPU) untuk melakukan Pemungutan suara ulang pada TPS yang tersebar di 15 Kecamatan dalam lima Kabupaten,” tegas Yusril.

Rinciannya, Kabupaten Muarojambi : Kecamatan Sungai Gelam, Sungai Bahar, dan Jaluko. Lalu di Kabupaten Kerinci: Kecamatan Danau Kerinci, Setinjau Laut, Bukit Kerman, dan Gunung Raya. Kemudian Kabupaten Batanghari: Kecamatan Bajubang, Mersam, Marosebo Ulu, dan Muara Bulian. Kota Sungai Penuh: Kecamatan Kotobaru.

Selanjutnya, Kabupaten Tanjab Timur: Kecamatan Sadu, Mendahara, dan Dendang. ‘’ Atau setidak tidaknya memerintahkan termohon melakukan PSU di TPS TPS yang tersebar di 5 kabuptane, 15 kecamatan dan 41 Keluraham/desa,’’ katanya.

Usai pembacaan perkara gugatan, Hakim MK memutuskan pokok perkaran gugatan yang diajukan CE-Ratu dipenuhi. Sehingga MK akan melanjutkan perkara gugatan pada awal Februari 2021 mendatang.

Sementara itu, Syahlan Samosir, kuasa hukum termohon KPU Provinsi Jambi usai sidang mengatakan, sidang pembacaan permohonan sudah berlangsung dan dipenuhi hakim. Sidang tersebut juga mengsahkan alat bukti pemohon dan menerima pihak terkait.

Syahlan mengatakan, pada persidangan tersebut pemohon meminta pemungutan suara ulang di 5 kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang dinilai banyak terjadi pelanggaran.Yaitu, pemilih yang tidak memikiki KTP dan diperbolehkan untuk memilih. Diantaranya terjadi di Kerinci, Sungai Penuh, Batanghari, Tanjabtim dan paling banyak di Muarojambi.

Menanggapi gugatan ini, Syahlan mengatakan pemohon harus bisa membuktikan permohonannya. Jika tidak bisa membuktikan maka KPU tetap pada hasil plenonya. "Posisi KPU bukan membela pemohon atau pihak terkait. KPU adalah mempertanggungjawabkan apa yang sudah dikerjakan dan diplenokan. Jadi bukan dalam posisi berpihak kepada salah satu kandidat. Posisi KPU tetap netral sebagai penyelenggara," tegasnya.

Menurut Syahlan, sidang selanjutnya akan digelar kembali pada tanggal 1 Februari 2021 pukul 13.30 WIB dengan agenda jawaban termohon, pihak terkait dan Bawaslu.

Terpisah, Komisioner KPU Provinsi Jambi Apnizal, mengatakan pada 1 Februari mendatang sidang MK itu akan dilanjutkan. Sidang tersebut memang sudah dijadwalkan sejak awal. “Ini bukan berarti menerima atau tidak materi gugatan, tapi memang jadwalnya begitu. Terpenuhi atau tidaknya, belum dibahas. Agenda sidang perdana itu adalah mendengarkan pokok permohonan oleh pemohon,” jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) no 6, perkara itu tidak dilihat dari seberapa besarnya kasus dulu, tapi diterima sepanjang materinya cukup. Kemudian,  pada 1 Februari akan dilanjutkan dengan sidang mendengarkan jawaban dari pihak termohon, yaitu KPU Provinsi Jambi, dan pihak terkait yakni Bawaslu Provinsi Jambi. ‘’ Sebagai termohon, kami sudah menyiapkan data dan jawabannya,” katanya.

Kemudian, masih berdasarkan jadwal yang sudah diturunkan MK, pada 12-13 Februari akan ada rapat pleno majelis hakim. Rapat pleno ini untuk memutuskan apakah sidang itu akan dilanjutkan atau tidak. “Kalau tidak dilanjutkan, maka selesai. Kalau dilanjutkan, dilakukan dengan pemeriksaan saksi dan alat bukti,” katanya.

Sidang yang dilaksanakan kemarin, dilakukan dengan menggunakan dua pola. Ada yang hadir langsung di ruang sidang MK, ada juga yang mengikuti melewati teleconference. “Yang hadir langsung di ruang sidang, ketua KPU Pak Subhan dan Kuasa Hukum 1. Ada juga yang melalui teleconference dari hotel mercure, dan ada juga yang bergabung dari Jambi. Karena jumlah orang di ruang sidang dibatasi,” pungkasnya.(fey) 





BERITA BERIKUTNYA
loading...