Mengeluh Demam Beberapa Hari Setelah Disuntik, Dua Puskesmas Ditutup Sementara

6 Nakes di Tebo Positif Corona Usai Divaksin

Senin, 22 Februari 2021 | 07:10:30 WIB

()

JAMBIONE.COM, TEBO – Enam orang tenaga kesehatan (nakes) di Tebo dilaporkan positif covid-19. Padahal, sebelumnya keenam nakes tersebut sudah disuntik vaksin (vaksinasi) tahap pertama. Dampak dari kejadian ini, dua puskesmas tempat keenam nakes tersebut bekerja ditutup untuk sementara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo dr Riana Elizabeth membenarkan informasi enam nakes yang terpapar Covid-19. Menurut dia, lima dari enam nakes tersebut bertugas di Puskesmas Rimbo Bujang dan satu lagi bertugas di Puskesmas Tekuk Lancang. "Pelayanan Puskesmas tutup sementara," katanya, Minggu (21/2).

Dr Riana juga membenarkan keenam nakes yang terpapar covid-19 itu sudah menjalani vaksinasi tahap pertama. “Ya benar enam Nakes ini sudah pernah vaksin yang pertama,” ujarnya.

Dia menjelaskan hasil swab ke enam Nakes tersebut keluar sekitar lima hari yang lalu.

Sebelumnya,  ke enam Nakes yang terpapar Covid-19 itu mengalami keluhan demam setelah beberapa hari di vaksin Covid-19. “Pada vaksin pertama ini sistem kekebalan tubuh atau pembentukan anti bodi belum terbentuk sempurna," katanya.

Menurut Riana, untuk mencapai kesempurnaan anti bodi pada tubuh terhadap Covid-19, harus dilakukan vaksinasi sebanyak dua kali. Pada tahap ini antibodi yang dibentuk oleh vaksin baru sempurna. "Sangat wajar apabila timbul keluhan tersebut.  Makanya vaksinasi perlu dilakukan dua kali. Setelah dua kali vaksin pembentukan anti bodi akan menjadi sempurna,” jelasnya.

Untyuk mencegah penularan,  keenam nakes tersebut menjalani isolasi secara mandiri. Kemudian untuk proses vaksinasi tahap ke dua di dua puskesmas tersebut akan dilanjutkan setelah para nakes yang positif covid-19 itu dinyatakan sembuh. " Pelayanan sementara ditutup. Kemudian untuk vaksinasi tahap kedua, masih menunggu para Nakes tersebut sembuh", pungkasnya.

Kejadian yang menimpa enam nakes di Tebo ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kejadian serupa juga dialami Bupati Sleman Sri Purnomo. Dia terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menerima vaksin Sinovac tahap pertama, pada 21 Januari 2021 lalu.

Lalu kenapa orang yang sudah divaksin seperti Bupati Sleman Sri Purnomo dan enam Nakes di Tebo masih terkonfirmasi positif Covid-19?

Jubir Vaksinasi Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan vaksin Sinovac adalah vaksin berisi virus mati ( inactivivated), jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi. "Jika melihat sequence waktunya, sangat mungkin pada saat Bupati Sleman divaksin beliau dalam masa inkubasi, dimana sudah terpapar virus tapi belum bergejala," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/1/2021).

Secara alamiah waktu antara paparan dan munculnya gejala atau load virus sedang tinggi adalah sekitar 5-6 hari. Penjelasan ini sesuai dengan keadaan Bupati Sleman di mana ia mendapatkan vaksin pada 14 Januari sementara hasil swab PCR positif pada tanggal 20 Januari. Meski begitu kejadian ini tetap dilaporkan sebagai KIPI.

"Berdasarkan Penjelasan tertulis dari Kabupaten Sleman, bahwa saat ini Bupati Sleman Sri Purnomo melakukan isolasi mandiri di Rumah Dinas Bupati. Dan kondisi saat ini dalam keadaan baik dan tidak ada gejala apapun," terang Siti Nadia.

Sit Nadia menambahkan vaksinasi Covid-19 memang membutuhkan dua kali dosis penyuntikan, sebab sistem imun perlu waktu lewat paparan yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus.

"Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal. Dilanjutkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk. Hal ini memicu respons antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa mendatang," terangnya.

            "Proses pemberian vaksinasi tetap dilakukan seperti yang sudah ditargetkan. Bagi seluruh masyarakat saya berpesan, dengan adanya vaksinasi kita juga masih punya kewajiban menjalankan protokol Kesehatan."

"Karena selain tetap harus menjaga diri sendiri juga masih dibutuhkan waktu untuk Bersama sama bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai kekebalan kelompok. Sehingga upaya 3M, 3T, dan vaksinasi harus tetap dijalankan." (ist/CNBC Indonesia)





BERITA BERIKUTNYA
loading...