Berhasil Atasi Permasalahan Sampah di Perkotaan

Dapat DID Rp5,7 Miliar dari Pusat

Selasa, 23 Februari 2021 | 07:29:25 WIB

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021, Kota Jambi menerima penghargaan dan dana insentif daerah (DID) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Jambi, Syarif Fasha dari Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Penghargaan itu diserahkan secara virtual.  

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan Kota Jambi kembali mendapat penghargaan dari kementerian lingkungan hidup, karena Kota Jambi gencar sekali dalam meminimalisir pengurangan sampah, mulai dari tingkat sumber hingga ke tempat pembuangan.

Kata Fasha, saat ini hampir 15 persen sampah yang diolah ditingkat sumber, baik itu dari bank sampah maupun (pengelola) lainnya. "Mudah-mudahan target 2025 nanti akan 30 persen yang bisa diolah ditempatnya," lanjutnya.

Selain itu, target 100 persen semua sampah diolah di TPA baru, yaitu di TPA Talang Gulo, dengan lokasi berbeda.

Di samping itu, Fasha juga menyampaikan pengelolaan limbah B3 saat Pandemi Covid-19 pada saat pemberian penghargaan kepada  Mentri KLHK RI, Dr. Siti Nurbaya.

Fasha menyampaikan, masalah limbah B3 juga menjadi salah satu permasalahan Kota Jambi. Ia berujar, Kota Jambi dengan TPA Talang Gulo, sebenarnya mampu membuat satu TPA B3 ataupun limbah lainnya.

"Tetapi RTRW nya provinsi, Kota Jambi bukan suatu zonasi untuk dilakukan pengolahan pengumpulan sampah medis dan B3. Tetapi adanya di Kabupaten Bungo," katanya.

Pernyataan yang ia sebutkan, merupakan salah satu kesulitan Pemkot Jambi. Sehingga sampah medis tersebut harus dibawa ke pulau Jawa.

"Dibawa ke pulau Jawa melalui transportir,"ungkapnya.

Saat ini, ia mengatakan Pemkot Jambi tengah memperjuangkan melalui anggota DPRD Provinsi Jambi dapil kota Jambi. Diharapkan bisa merevisi RT RW provinsi, sehingga nantinya kota Jambi menjadi salah satu zonasi yang diperbolehkan untuk mengelola sampah B3 maupun sampah medis. Lebih lanjut, sebenarnya lokasi TPA Talang Gulo bisa dibilang sangat mumpuni untuk hal tersebut. Selain itu tempat juga bisa dibilang masih tersedia.

Sementara itu, Kadis LH Kota Jambi, Ardi mengatakan bahwa dana insentif tersebut nantinya akan digunakan untuk penanganan sampah di Kota Jambi. Misalnya penambahanTempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R, penambahan sarana mobilisasi sampah. 

"Kota Jambi alhamdulillah mendapat DID sebesar Rp5,7 miliar, dan satu-satunya kota di Sumatera yang mendapatkan, jadi ini kebanggaan tersendiri," katanya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...