Ingin Jadi Kades, ASN Harus Disetujui Bupati

Selasa, 23 Februari 2021 | 07:31:15 WIB

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa kabupaten Kerinci, Sahril .
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa kabupaten Kerinci, Sahril . (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, KERINCI - Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada 6 April 2021 mendatang untuk 153 desa di kabupaten Kerinci, masuk tahapan pendaftaran Bakal Calon (Balon).

Bahkan, tahapan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) telah selesai dilaksanakan oleh panitia desa yang akan mengikuti Pilkades. 

Seperti di desa Koto Iman merupakan Satu dari 153 desa yang sudah membuka pendaftaran bakal calon kepala desa, dibuka mulai hari Minggu 21- 23 Februari 2021.

Ya, pendaftaran telah dibuka dari hari Minggu kemarin, pencermatan DPT juga sudah kita laksanakan secara bersama dan telah ditetapkan. Kita harapkan Pilkades berjalan aman dan lancar,"ujar Pjs Kades Koto Iman Alpadli, Senin (22/02) kemarin. 

Kondisi yang sama juga terjadi di desa Ujung Pasir kecamatan Tanah Cogok, dimana Paniti sudah mulai menerima pendaftaran bakal calon Kades. 

"Sampai dengan hari ini (kemarin, red) sudah ada tiga kandidat yang mendaftar dan menyerahkan berkas kepada kami panitia,"ujar Sudar salah seorang panitia Pilkades Ujung Pasir. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa kabupaten Kerinci, Sahril Hayadi, saat dikonfirmasi, mengatakan untuk tahapan, lanjutnya sudah dimulai pada awal Januari dimana dimulai dari tahapan sosialisasi ke masyarakat. Hingga saat ini penetapan DPT dan pembukaan pendaftaran.

"Saat ini sudah dibuka pendaftaran dari panitia Pilkades,"jelasnya. 

Untuk pendaftaran bakal calon Kades, dikatakannya bahwa calon Kades tidak dari kalangan umum saja. Namun boleh juga dari pegawai ASN ataupun PNS. Dengan syarat disetujui kepala daerah.

"Boleh nyalon dengan catatan harus mendapat persetujuan dari kepala daerah. Dan tidak musti mundur dari PNS,"terangnya.

Sementara itu dalam pelaksanaannya Pilkades serentak nantinya akan menggunakan anggaran Dana Desa (ADD) masing-masing, sama seperti Pilkades pada tahun 2019. "Sudah dianggarkan di ADD untuk pelaksanaan Pilkades,"pungkasnya. (sau)





BERITA BERIKUTNYA
loading...