Dari Rekonstruksi Terungkap Awalnya Arahkan obeng ke Dada Korban

Ditagih Hutang Rp 500 Juta, Edy Manto Tusuk Rekan Binis Pakai Obeng

Kamis, 25 Februari 2021 | 22:09:00 WIB

()

 

            Jambione.com, JAMBI – Penyidik Ditreskrimumum Polda Jambi, Rabu (25/2) kemarin menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan (penusukan) yang dilakukan Edy Manto (51) terhadap Antony Ryant (49) Desember 2020 lalu. Dalam reka ulang itu terlihat Edy Manto berusahan menusuk obeng ke dada Antony. Namun, gagal karena Antony mengelak. Akhirnya Edy yang dikenal berprofesi sebagai kontraktor itu menusuk paha Antony.

            Rekonstruksi ini dilakukan di lokasi kejadian penganiayaan, kediaman Edy manto, di Jalan Raden Wijaya, Lorong Akimar, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan. Awalnya, reka ulang sempat tertunda 1 jam. Selama rekonstruksi, Edy Manto memperagakan 6 adegan.

            Hadir dalam rekonstruksi tersebut Wadir Reskrimum Polda Jambi, AKBP Trisaksono Puspa Aji  dan JPU Kejati Jambi yang menangani perkara ini. Kasubdit III Jatanras Polda Jambi, Kompol Rio Cristiano mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui secara nyata cara Edy Manto melukai Antony Ryant.

            Dari rekonstruksi tersebut diketahui diketahui Edy manto melukai paha Antony Ryant menggunakan obeng ukuran besar yang dibawa dari dalam rumah. Pada hari kejadian, Antony mendatang kediaman Edy untuk menagih sisa hutang Rp 500 juta. Kasus ini bermula

dari hubungan bisnis. Edy Manto membeli sebidang tanah milik Antony di kawasan Aurduri senilai Rp 1,2 Miliar.

            Dari jumlah tersebut, Edy sudah membayar senilain Rp 700 juta. Dan sisanya akan dibayar kemudian hari. Namun, rupanya pembayaran sisa hutang itu tak kunjung selesai. Pada saat Antony datang menangih sisa hutang tersebut pada hari kejadian terjadilah percekcokan antara keduanya.

            Pada adegan ketiga rekonstruksi tersebut terlihat, Edy berusaha menusuk dada Antony Ryant. Namun Antony berhasil mengelak. Masih dalam adegan ketiga, melihat Antony Ryant mengelak, kemudian Edy mengarahkan obeng ke paha kiri Antony. “Kemudian korban terjatuh. Lalu sopirnya, (Rizal,red) keluar dari dalam mobil dan menahan pelaku. Sementara korban lari keluar pagar rumah. Jadi saat korban datang, pelaku ini langsung keluar membawa obeng,” jelas Kompol Rio Cristiano.

Menurut dia, selain mengalami luka tusukan pada paha kiri, Antony juga mengalami  patah tulang di pergelangan tangan akibat terjatuh. ‘’ Dari rekonstruksi tersebut tergambar dengan jelas bagaimana kejadian sebenarnya,’’ katanya.

            Sementara itu, Jaksa yang hadir dalam rekonstruksi tersebut, kembali memastikan penusukan yang dilakukan Edy Manto, dengan menanyakan ke Antony Ryant. Apakah memang benar di paha atau tidak. “Awalnya mengarah ke dada, tapi karena mengelak, jadi kena paha,” jawab Antony Ryant. Sementara itu, selama reka ulang berlangsung, Edy Manto lebih banyak diam.

            Atas perbuatannya, Edi Manto dikenakan pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan dengan ancaman penjara 5 tahun.  Namun, dari informasi yang diperoleh, meski ancaman hukumannya 5 tahun, Edy Manto tidak ditahan pihak kepolisian. (ist/bel/zen/ji)





BERITA BERIKUTNYA
loading...