Sekolah di Kota Jambi Mulai Gelar Simulasi PTM

Jumat, 26 Februari 2021 | 15:52:03 WIB

Wakil Walikota Jambi, Maulana saat meninjau langsung simulasi PTM di SMP Adhiyaksa.
Wakil Walikota Jambi, Maulana saat meninjau langsung simulasi PTM di SMP Adhiyaksa. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI-Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SD-SMP di Kota Jambi, sudah ditetapkan mulai  1 Maret 2021. Pemerintah Kota Jambi bersama Satgas covid-19, kemarin (25/2) meninjau simulasi PTM tingkat SD dan SMP di Kota Jambi.

Teknisnya PTM tetap dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di sekolah. Jumlah pelajar saat PTM dibatasi. Wakil Walikota Jambi bersama tim Satgas Covid19 Kota Jambi sudah meninjau langsung simulasi persiapan PTM di SMP Adhiyaksa, kemarin (25/2). Turut serta pihak Kejati Jambi meninjau simulasi PTM di SMP Adhiyaksa.

Dikatakan Wakil Walikota Jambi Maulana, pihaknya melihat kondisi langsung di sekolah dan memastikan kesiapan sekolah dalam proses Pembelajatan Tatap Muka(PTM) dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam kesiapan PTM sebut Maulana, untuk sekolah Adhyaksa Kota Jambi sudah siap mengikuti proses Pembelajaran Tatap Muka(PTM). “Hari ini pemerintah Kota Jambi berserta tim satgas covid-19 dan Dinas Pendidikan Kota Jambi melakukan penilaiain dan verifikasi kesiapan sekolah Adhyaksa,” katanya.

Kedisiplinan dan konsisten sebut Maulana, perlu di terapkan sebagai sikap kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Maulana menyebutkan, tim satgas covid-19 beserta Dinas Pendidikan akan terus memonitoring untuk memastikan proses PTM berjalan dengan baik sesuai teknis protokol kesehatan.

 “Nanti tim satgas kota beserta dinas pendidikan akan terus melakukan kunjungan untuk memastikan protokol kesehatan ini baik,” tambahnya.

Selain itu, semua dewan guru yang akan penunjang pendidikan kontak dengan siswa dilakukan uji swab untuk memastikan kesehatan di Labkesda Kota Jambi.  “Kita sudah siapkan laboratorium kesehatan di Kota Jambi untuk guru test swab secara gratis,” katanya.

Disamping itu, Maulana juga menyampaikan, walaupun pihak sekolah sudah sangat siap untuk proses PTM. Juga harus didukung oleh pihak keluarga dan masyarakat yang tempat tinggalnya, supaya jangan ada kasus menular sampai ke sekolah.

 “Jangan anaknya dibiarkan pergi sekolah dengan transportasi umum yang kita tidak tau kondisi kesehatannya,” imbuhnya.

Sementara Kepala Sekolah SMP Adhiyaksa Uci Utami mengatakan, untuk sekolah Adhyaksa sudah siap melakukan proses PTM. Semua bentuk teknis protokol kesehatan sudah disiapkan secara matang.“Kami sudah mempersiapkan jauh hari sebelum pemberlakuan PTM ditetapkan,” katanya.

Uci Utami juga mengatakan, simulasi ini sebagai bentuk kesiapan sekolah untuk melakukan proses PTM pada tanggal 1 Maret nanti. Dirinya juga berharap pembelajaran tatap muka(PTM) terus berjalan. Pembelajaran tidak menggunakan sif untuk kedepannya kembali normal seperti biasa.  "Saya mengharapkan pembelajaran ini full seperti biasa dari pagi sampai sore,” katanya.

 

Kepala SMPN 3 Kota Jambi, Netty mengatakan da sekitar 20 guru dan bagian lainnya telah diambil swabnya, Kamis (25/2) pagi kemarin. Saat ditanya apa perasaannya sebelum diambil swab, Netty mengaku biasa-biasa saja.

Dia pun berharap, pada proses PTM pekan mendatang, tidak akan memunculkan klaster baru. Selain itu dirinya pun juga meminta peran orang tua siswa agar dapat lebih melakukan pengawasan terhadap para siswa, baik sebelum berangkat sekolah ataupun saat pulang sekolah. “Karena memang kita tidak bisa sendiri, sehingga memang perlu peran orang tua juga,”singkatnya.

Senada dikatakan Kepala SMP 18, Rosniati. Dia menyebutkan, dengan diberlakukannya PTM pekan depan, seperti apa yang diharapkan para orang tua siswa.

“Semua sudah menginginkan belajar tatap muka, karena mungkin mereka juga sudah jenuh di rumah. Apalagi tidak hanya siswa, para orang tua tentu sibuk. Selama daring tentu pekerjaan mereka bertambah,” beber Rosniati.

Harapannya pun sama. Dengan diberlakukannya PTM pada pekan depan, tidak memunculkan klaster baru. Tentu ini juga harus didukung peran orang tua siswa itu sendiri serta masyarakat luas. Rosniati pun berterima kasih kepada Pemkot Jambi, yang telah memfasilitasi para guru untuk dilakukan uji swab.

 “Tidak ada takut kok diswab. Tentu kita berterima kasih juga dengan pak wali dan pak wawako yang telah memfasilitasi. Karena memang mereka tidak ingin pendidikan di Kota Jambi tertinggal. Namun demikian kita juga butuh peran orang tua untuk mengawasi anak didik,” jelasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...