Oleh : Tati Sulastri, Guru BK-TIK SMP Negeri 21 Batang Hari

Kendala Akses Teknologi Menjadi Penghambat Pembelajaran Online Semasa Pandemi di SMPN 21 Batang Hari

Selasa, 30 Maret 2021 | 13:31:30 WIB

()

Jambione.com, Sejak pertama kali diberlakukan, pembelajaran secara online di banyak sekolah ini memang menimbulkan keraguan akan efektivitasnya. Banyak orang tua beranggapan bahwa penyampaian materi tidak bisa berjalan sesuai target terutama untuk siswa SMP Negeri 21 Batang Hari.

Pentingnya Akses Teknologi saat Pembelajaran Online

Banyak sekali warga batang hari, terutama dari pihak orang tua merasa pembelajaran secara daring ini tidak akan berjalan efektif. Kegiatan belajar mengajar tersebut meminimalkan pengawasan tenaga pendidik terhadap para siswa. Lantas apa saja kendalanya?

1 Kebutuhan Kuota

Pembelajaran secara online tentu saja akan membutuhkan akses internet yang hanya bisa didapatkan apabila penggunanya memiliki kuota. Banyak orang tua mengeluh bahwa akses ini cukup mahal untuk dipenuhi terus-menerus.

Hal ini diperparah dengan keadaan orang tua yang mengalami putus kerja atau usahanya sedang mendapati banyak kerugian, tentu saja kebutuhan kuota demi kepentingan belajar sang anak menjadi beban berat bagi mereka apa lagi latar belakang keluarga siswa SMP Negeri 21 Batang Hari rata – rata dari kelas ekonomi mengengah ke bawah tentunya hal ini akan menjadi kendala besar.

2 Gangguan Susah Sinyal

Hal lain yang bisa menjadi kendala dalam pembelajaran online adalah susah sinyal. Nyatanya masih banyak wilayah di batang hari yang belum bisa mengakses internet dengan stabil, terutama di daerah pelosok.

Hingga sampai saat ini, tidak sedikit dijumpai perjuangan anak-anak yang rela menaiki genteng atau pergi ke ujung bukit demi mendapatkan sinyal stabil saat pembelajaran online dilakukan. 

3 Kesulitan Menggunakan Aplikasi

Kendala ini sangat dirasakan oleh siswa SMP Negeri 21 Batang Hari Siswa tentunya akan kesulitan dengan metode pembelajaran baru secara Online karena hanya bermodalkan penggunaan teknologi.

Keadaan ini bisa saja diperparah dengan kesulitan ekonomi oleh orang tuanya sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan sang anak untuk menyediakan alat penunjang seperti smartphone ataupun laptop. Tentu saja hal tersebut dapat menghambat kegiatan belajar mengajar bagi beberapa siswa.

 

 

 

4 Persentasi tingkat siswa yang mengikuti pelajaran online rendah

Kendalala terbesarnya di karenakan siswa selama belajar di rumah di bebaskan untuk mengunakan handphone dan laptop tanpa ada pengawasan dari orang tua langsung, dengan kuota internet selalu Full dengan alasan meminta uang beli kuota internet ke orang tua belajar setiap hari dengan cara online hal-hal ini di salah gunakan oleh siswa, siswa asik bermain game online pada jam belajar online bahkan tidak sedikit peserta didik yang tidak mengikuti sama sekali belajar online semasa pandemic covid 19 ini di karenakan bangun kesiangan karena malam hari begadang bermain game online. 

Itulah tadi keempat kendala terkait akses teknologi yang hingga sekarang masih menjadi persoalan utama di masa pembelajaran video secara online ini. Harapannya, pemerintah bisa memberikan solusi tepat bagi warganya agar pendidikan dapat berjalan semestinya.(*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...