Oleh : Dr. Noviardi Ferzi, SE, MM (Dosen STIE Jambi).

Catatan PKM STIE Jambi; Potensi Danau Solok untuk Ekonomi Wisata Berkelanjutan

Sabtu, 03 April 2021 | 20:30:34 WIB

()

Jambione.com- PENGABDIAN Kepada Masyarakat (PKM) STIE Jambi hari itu tak jauh dari kota Jambi, buktinya rombongan kami yang berangkat dari Kampus daerah simpang kawat hanya butuh 30 menit perjalanan sampai ke Desa Solok Kumpeh ulu Muaro Jambi, itupun dengan catatan mobil dipacu dengan santai.

Namun dengan jarak yang tak terlalu jauh dari kota, ternyata ada Danau air tawar yang memiliki potensi jika dikembangkan. Betul Danau Solok hari ini hanya berupa potensi untuk dikembangkan. Ditengah berbagai tantangan namun potensi itu tetap besar.

Potensi yang jika dikelola dengan kesungguhan akan membawa dampak ekonomi yang besar. Destinasi wisata baru yang bisa menambah PAD desa, termasuk sebagai tempat budidaya ikan air tawar, pemancingan dan pendirian outlet outlet di pinggir danau yang tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Danau Solok sendiri memiliki pemandangan yang indah dan menarik untuk dinikmati, dari sekedar bersantai, memancing ataupun camping bersama keluarga.

Biasan pepohonan memantul di permukaan danau dan mewarnai riak Danau hingga kehijauan. Langit yang biru menjadi latar keindahan matahari yang memancar dan berpadu dengan hijaunya oase yang tersembunyi. Ditambah suara burung-burung pun meramaikan kesunyian Danau yang seakan akan menunggu inovasi dan kreativitas untuk memolesnya.

Jika mampu dikelola Danau Solok menjadi incaran para fotografer untuk mendapatkan gambar yang indah dan bernilai tinggi. Fotografer bisa mengambil angle favorit dari tepiam dan menghasilkan foto menakjubkan. Paduan panorama, warna dan angle dari danau, hutan, dan langit akan menjadi gambar bernilai tinggi.  

Danau alami ini memiliki panjang 750 meter dan lebar antara 60 hingga 70 meter itu mengalami pendangkalan. Sebagian besar danau yang tampak memanjang tersebut terlihat tak berair. Hanya sebagian kecil saja yang berisi air, ada pendangkalan yang di alami danau yang dipenuhi gulma. Adapun luas yang mencapai 3 hektar dengan bentangan memanjang.

Menghadapi tantangan ini pemerintah Desa Solok sudah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jambi melalui dinas PUPR untuk dilakukan pengerukan serta normalisasi. Bahkan usulan ini juga telah disampaikan kepada Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur melalui anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Jambi Hasan Basri Agus (HBA). 

Artinya usulan ini memberikan harapan bahwa normalisasi danau Solok bisa segera dilakukan. Lalu menjelang itu terwujud apa upaya yang bisa dilakukan pemerintah desa dan masyarakat .

Dalam hal ini tim PKM STIE Jambi mengingatkan arti penting peran serta masyarakat untuk terlibat langsung sangat penting, bersama pemerintah dan pelaku usaha pariwisata untuk peningkatan kualitas dan pengembangan wisata di desa Solok.

Pentingnya Pokdarwis untuk mendukung wisata danau.

Salah satu aspek yang perlu disiapkan Desa Solok untuk menyiapkan pariwisata adalah membangun sikap dan dukungan positif masyarakat terhadap industri pariwisata maka kehadiran Pokdarwis ini sangat diperlukan.

Apa itu Pokdarwis dan siapa sajakah mereka?

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) adalah lembaga yang didirikan warga desa yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya kepariwisataan di wilayah desa mereka serta mewujudkan Sapta Pesona. Kepariwisataan ini diharapkan bakal meningkatkan pembangunan daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga desa.

Pokdarwis adalah kelompok yang bergerak secara swadaya artinya pengembangan kepariwisataan yang dilakukan di desa itu bersumber dari kekuatan desa sendiri dengan segala potensinya. Pokdarwis juga harus membangun dirinya secara swakarsa alias menciptakan pengembangan berdasar potensi kreativitas yang mereka miliki karena merekalah yang memiliki kuasa atas pengembangan desa dengan segala sumber daya yang mereka miliki.

Maka beberapa hal yang harus dilakukan Pokdarwis adalah mengingkatkan pemahaman mengenai kepariwisataan. Kepariwisataan memiliki banyak cakupan mulai dari cara melihat potensi wisata di desa, mengolah daya dukung yang ada dan mengembangkannya menjadi sebuah sektor yang bisa mendongkrak pendapatan warga maupun pemasukan daerah. Maka, warga desa yang menjadi anggota Pokdarwis harus terus mengasah dirinya mengenai pemahaman kepariwisataan agar terus berkembang.

Pokdarwis juga harus memacu peran dan partisipasi masyarakat dalam membangun potensi wisata yang dimiliki desanya sehingga pengetahuan dan keahlian dalam kepariwisataan warga desa terus berkembang. Dengan demikian pariwisata bakal bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan ekonomi warga desa.

Secara luas, Pokdarwis bertanggungjawab penuh mengenai bagaimana menciptakan manfaat kepariwisataan bagi warga masyarakay (terutama anggota Pokdarwis sendiri) dan secara keorganisasian terus berupaya mensukseskan pembangunan kepariwisataan di desa.

Peran Pokdarwis mengembangkan wisata di desa sangat terasa manfaatnya. Seperti yang mungkin terjadi terjadi di Desa Solok dengan potensi danau alamnya.

Berawal dari upaya menjadikan Solok destinasi wisata alternatif di Jambi, lalu mengembang menjadi wisata kuliner, dan wisata agriculture duku, durian dan palawija hingga wisata petualangan dan warga melahirkan banyak produk yang kemudian menjadi laris manis dijual pada para wisatawan.

Lalu Bagaimana Struktur Pokdarwis?

Struktur Pokdarwis harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi desa. Dipimpin oleh Ketua, didampingi Sekretaris dan Bendahara, Pokdarwis harus memiliki Koordinator-koordinator sesuai potensi desa. Seperti ini beberapa model struktur umum yang banyak digunakan oleh Pokdarwis:

Pelindung

Ketua

Sekretaris

Bendahara

Seksi Seni dan Potensi Wilayah

Seksi Pemandu Wisata dan P3K

Seksi Homestay

Seksi Kuliner

Seksi Promosi dan Dokumentasi

Seksi Sarana dan Prasarana

Saat ini Pokdarwis di sebagian besar desa terbukti memiliki peran signifikan dalam mengembangkan potensi kepariwisataan di desa sekaligus menjadi alat pemberdaya penguasaan kemampuan kepariwisataan desa. Fakta di lapangan, pariwisata adalah jenis usaha yang memiliki kemampuan meningkatkan potensi ekonomi desa dengan lingkup yang sangat luas. Pariwisata membuka banyak peluang kerja, peluang ekonomi dan akhirnya menjadi sebuah pilihan yang menarik mengentaskan kemiskinan di desa-desa yang memiliki potensi mengembangkan wisatanya.

Terakhir, Keberadaan Danau Solok di Kumpeh Ulu Muaro Jambi memang belum sepopuler Danau Sipin di Kota Jambi, namun potensi pengembangan yang dimilikinya cukup besar. Mungkin, suatu hari nanti Danau Solok akan memiliki popularitas sekelas Danau Sipin atau bahkan melampauinya. Potensi besar tentu membutuhkan tanggungjawab besar untuk mengelolanya, oleh karena itu peran pemerintah dan masyarakat setempat sangat diperlukan demi pengembangan Danau Solok ke arah yang lebih baik di masa depan. (*)

 

* Tulisan ini di dedikasikan untuk Datuk Kades Basar, Ketua BPD, Bumdes dan semua warga desa Solok Kumpeh Ulu. Special thanks Tim PKM STIE Jambi, Ibu Laila Farhat, SE, MM, ibu Erni Malina, SE, MM, Hengky Setiadi, S.Pd, M.Pd dan Arief Andani Hidayat, SE, M.Acc. AK. CA.





BERITA BERIKUTNYA
loading...