PSU Diperkirakan Usai Lebaran, Siang Ini KPU Umumkan Jadwalnya

Rabu, 07 April 2021 | 07:17:30 WIB

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal .
Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal . (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Jadwal pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Jambi, hingga saat ini masih belum fix. Rencana awal, tanggal 5 Mei 2021, nampaknya berat untuk dilaksanakan. Sebab, banyak persiapan yang harus dilakukan, sementara waktu yang tersisa hanya satu bulan lagi. Rencananya, KPU Provinsi Jambi secara resmi akan mengumumkan hari H pelaksanaan PSU siang ini pukul 14.00 wib di ruang aula kantor KPU Provinsi Jambi bilangan Pematang Sulur Kota Jambi.

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal mengatakan, jadwal 5 Mei tersebut dirasa cukup berat dilaksanakan. Terutama persiapan pelaksanaan, tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
Mulai dari pembentukan panitia adhock, logistik dan sebagainya.

Menurut dia, untuk pembentukan panitia adhock harus dicari orang yang benar-benar baru. Rekrutmen Panitian Pemilihan Kecamatan (PPK) yang baru, harus dilaksanakan. Dua minggu sebelum PSU, PPK sudah harus terbentuk. Sementara, hingga hari ini, belum ada pengumuman rekrutmen PPK.

“Belum bisa dilakukan rekrutmen, karena belum penetapan jadwal. Ini ada berbagai pertimbangan untuk pelaksanaan PSU, kalau tanggal 5 Mei itu cukup berat. Kami tidak mau pelaksanaannya dengan persiapan yang tidak matang dan terburu-buru,” jelasnya.

Menurut Apnizal, pembentukan panitia adhock itu harus diumumkan dulu ada perekrutan. Kemudian setelah ditetapkan, PPK itu juga harus mengikuti Bimtek, tidak bisa langsung terjun bertugas. “Bimtek paling tidak dua hari, baru setelah itu PPK membentuk KPPS,” katanya.

Selain itu, persiapan logistik, juga butuh waktu. Paling cepat, logistik membutuhkan waktu selama dua minggu. Bisa saja lebih dari itu. Alternatif lain, lanjut Apnizal, pelaksanaan PSU tetap di bulan Mei, namun dilaksanakan setelah lebaran. Mengingat, konsentrasi penyelenggara dan juga masyarakat, bisa saja terpecah untuk menghadapi lebaran.

“Kalau setelah lebaran, bisa lebih fokus. Kalau tanggal 5 Mei itu, orang sudah mikir lebaran, tidak fokus lagi. Kalau selepas lebaran, penyelenggara juga memiliki waktu lebih untuk mempersiapkan lebih matang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, MK mengabulkan gugatan hasil Pilgub Jambi yang diajukan pasangan nomor urut 1 CE-Ratu pada Senin, 22 Maret lalu. Dalam putusannya, MK membatal keputusan KPU Provinsi Jambi tentang hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara pada 19 Desember 2020. Dan memerintahkan KPU Provinsi Jambi melakukan PSU di 88 TPS yang tersebar di 15 Kecamatan 41 Kelurahan/desa dalam 5 kabupaten. Yaitu, Muarojambi, Batanghari, Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Tanjab Timur.

Rinciannya di Muarojambi PSU digelar di 59 TPS yang tersebar di tiga Kacamatan. Yaitu Sungai Gelam, Sungai Bahar dan Jambi Luar Kota (Jaluko). Kemudian di Kerinci 7 TPS yang tersebar di empat kecamatan, yakni Danau Kerinci, Setinjau Laut, Bukit Kerman dan Gunung Raya.

Berikutnya di Kabupaten Batanghari 7 TPS yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Bajubang, Mersam, Maro Sebo Ulu, dan Muaro Bulian. Lalu di Kota Sungai Penuh 1 TPS di Kecamatan Koto Baru, dan di Tanjab Timur 14 TPS di tiga kecamatan. Yakni Sadu, Mendahara, dan Dendang.

Data dari KPU Provinsi Jambi,  jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di 88 TPS yang akan coblos ulang tersebut sebanyak 29.278 pemilih. Sebaran jumlah pemilih terbanyak di Muarojambi. Yakni 20.372 pemilih. Kemudian di Tanjab Timur 3.963 pemilih,  Kerinci 2.543, Batanghari 2.035, dan Kota Sungai Penuh 365 pemilih.

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal mengatakan dari 29.278 DPT di 88 TPS yang menggunakan hak suaranya di Pilgub 9 Desember lalu sebanyak 18.686 orang. Dari total tersebut, jumlah suara sah sebanyak 17. 539 dan suara tak sah 1.142.

Total perolehan  suara CE-Ratu di 88 TPS itu sebanyak 6.175. Lalu, Fachrori-Syafril 4.054 suara, dan Haris-Sani 7.310 suara. Sementara itu, total keseluruhan perolehan suara CE-Ratu di Pilgub Jambi lalu 585.203, Fachrori-Syafril 385.388, dan Haris-Sani 596.621.

Dengan dihapusnya perolehan suara di 88 TPS (keputusan MK), suara CE-Ratu jadi 579.028, Fachrori-Syafril 381.334, dan Haris-Sani 589.311. Jadi, menghadapi PSU di 88 TPS nanti, pasangan Haris-Sani masih surplus alias unggul 10.283 Suara dari CE-Ratu.

Dari data tersebut, untuk bisa memenangkan pertarungan, kedua pasangan harus lebih cermat mengatur strategi. Terutama CE-Ratu yang masih tertinggal 10 ribu lebih suara.

Dalam rapat tersebut, Bawaslu Provinsi Jambi, Kapolda Jambi, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Jambi, dan peserta rapat lainnya, pada intinya menyatakan siap menyukseskan PSU Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi.(fey)





BERITA BERIKUTNYA
loading...