Bertepatan dengan Tahun Ajaran Baru

Sekolah Tatap Muka SD dan SMP Akan Dimulai Juli

Rabu, 07 April 2021 | 18:31:27 WIB

()

JAMBIONE.COM, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, Dinas Pendidikan Surabaya telah melakukan berbagai persiapan untuk sekolah tatap muka yang rencananya digelar mulai Juli mendatang, termasuk melakukan vaksinasi kepada tenaga pengajar. ”Sekolah tatap muka akan dimulai Juli saat penerimaan siswa baru. Jadi kita sudah mempersiapkan dengan vaksinasi guru,” tutur Eri di Balai Kota Surabaya.

Terkait petunjuk teknis, Eri menegaskan, akan mengikuti aturan dari pemerintah pusat. Pemkot akan berintegrasi dengan pemerintah pusat sehingga in line atau sesuai jalur. ”Model sekolah seperti apa kita ikut aturan pemerintah pusat. Saya selalu sampaikan pemerintah daerah selalu menjadi rangkaian  yang mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat terus berjalan,” kata Eri.

 

Saat ini, pemkot masih melakukan sosialisasi kepada tenaga pengajar dan sekolah tentang rencana itu. Hanya saja, karena belum ada standar operasional prosedur (SOP) resmi, pemkot belum bisa menyampaikan banyak hal.

”Kalau sosialisasi ke guru sudah. Secara resmi masih belum. Karena dari pemerintah pusat menyampaikan belum ada SOP. Tapi kita sudah persiapkan. Pemerintah harus jalan bersama,” terang Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo menyatakan, keputusan sekolah tatap muka masih akan didasarkan pada peta penyebaran Covid-19 di Surabaya. Bila sudah zona kuning yang menandakan penyebaran Covid-19 berkurang, sekolah bisa dibuka. ”Tunggu zona aja. Persiapan kita, juga sudah melakukan vaksin kepada tenaga pengajar,” ujar Supomo.

Dalam masa persiapan, dinas pendidikan sedang berkoordinasi dengan tim ahli untuk melakukan kajian. Selain vaksinasi, Dispendik juga berencana melakukan tes bagi siswa. "Persiapan kita juga vaksin kepada tenaga pengajar. Anak-anak (siswa) mungkin akan kita pakai GeNose C19, kita juga melihat efektivitas tes itu,” papar Supomo.

Dia menambahkan, rencananya, sekolah tatap muka dilakukan serentak bagi pelajar tingkat SD dan SMP. Pemberlakuan itu tetap memperhatikan kuota keterisian kelas.  ”Serentak SD dan SMP. Dengan aturan kapasitas apakah 50 persen atau 75 persen pengurangan,” jelas Supomo.

Dalam salah satu petunjuk teknis (juknis) yang sebelumnya pernah dibuat Dispendik Surabaya, sebelum siswa bisa mengikuti sekolah tatap muka, wali murid wajib memberikan izin. Untuk itu, pihaknya sempat membuat survei untuk mengetahui seberapa banyak wali murid yang memberikan izin.

Hingga saat ini, survei masih berlangsung. Sayangnya, tidak banyak wali murid yang mengisi survei tersebut. ”Sudah jalan survei, tapi belum selesai karena pada awal, banyak wali murid yang tidak mengisi,” ungkap Supomo.

Persiapan lain yang dilakukan adalah membuat pilot project. Bila sebelumnya terdapat 17 SMP yang menjadi pilot project, sekolah-sekolah itu kembali diuji coba menjelang Juli.  ”Ada 17 sekolah. Akan diuji coba lagi,” pungkas Supomo.(rmt/rak)

Sumber: JawaPos.com




BERITA BERIKUTNYA
loading...