Siaga II, Ketinggian Air di Berbak Capai 4,8 Meter

Kamis, 08 April 2021 | 07:20:27 WIB

 Kabid Kedaruratan dan Logistik, Indra S Gunawan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, Indra S Gunawan. (Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MUARASABAK - Ketinggian air sungai Batanghari di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), telah menunjukan batasan melebihi air normal. Hal itu disebabkan banjir kiriman luapan air sungai Batanghari dari Kabupaten Muarojambi.

Camat Berbak, Ahmad Yani saat dikonfirmasi melalui via telepon mengatakan, bahwa berdasarkan alat pengukur ketinggian air di Kecamatan Berbak, tinggi air sudah mencapai 4,8 meter dari tinggi air normal yang berada diangka 3,8 meter. Dengan begitu, kenaikan tinggi air mencapai 1 meter.

"Ketinggian air ini kemungkinan kiriman dari Kabupaten Muaro Jambi, bukan akibat hujan. Kalau di Berbak, hujannya masih normal," katanya.

Dijelaskan Camat, bahwa dengan ketinggian air tersebut, saat ini baru jalan yang terendam, itupun hanya sebagian. Kemudian juga sawah, tapi petani masih bisa melakukan panen, karena airnya tidak terlalu tinggi. Sampai saat ini juga tidak ada rumah warga yang terendam air.

"Jalan yang terendam itu berada di Kelurahan Simpang, sedangkan sawah yang terendam berada di Desa Rantau Makmur," jelasnya.

Sebagaimana informasi dari BPBD Kabupaten Tanjabtim atas kondisi ini, status ketinggian air yang mencapai 4,8 meter ini menjadi siaga II. Dalam mengantisipasi air akan meluap lebih tinggi lagi, petugas dan Destana telah di standbykan. Namun belum ada upaya untuk mendirikan tenda, karena kondisi air masih termasuk normal.

"Kita seperti biasa telah ada petugas yang berjaga-jaga dalam mengantisipasi terjadinya luapan air sungai secara tiba-tiba. Yang jelas ketinggian air itu termasuk normal," terangnya.

Ditambahkannya, mengaca banjir yang terjadi dari tahun sebelum-sebelumnya, bahwa ada beberapa titik yang sering terjadi banjir, yakni Kelurahan Simpang, Rantau Makmur, Rawa Sari dan Telago Limo. Biasanya ada Tiga titik yang menjadi langganan banjir.

"Untuk lokasinya di Tujuh RT RW 01 di Kelurahan Simpang, Telago Limo di Dusun I dan di Rawa Sari dekat kantor desa. Biasanya itu nanti jika ketinggian air sudah di atas 5 meter," ungkapnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Tanjabtim, M. Jakfar melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Indra S Gunawan menuturkan, bahwa ada Tiga kecamatan yang rawan terdampak banjir, yakni Kecamatan Dendang, Rantau Rasau dan Berbak. Berbak sendiri berpotensi terjadinya banjir, karena luapan air sungai Batanghari dan pertemuan gelombang laut pasang.

"Memang Kelurahan Simpang, Rawasari dan Telago Limo memang menjadi langganan banjir," ucapnya.

"Banjir kiriman biasanya terjadi ketika Jambi mendapatkan kiriman banjir dari Kabupaten Sarolangun dan Tebo, setelah Satu Minggu Jambi banjir, barulah air itu sampai ke Berbak karena meluap," tutupnya.(zal)





BERITA BERIKUTNYA
loading...