Pemkab Batanghari Usulkan Desa Bungku Jadi Kawasan Pertambagan Rakyat

Empat Hari Operasi, 300 Sumur Minyak Ilegal Ditutup

Kamis, 08 April 2021 | 07:38:20 WIB

(Indrawan/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Tim gabungan dari Polda Jambi, Polres Batanghari, Kodim 0415 Batanghari dan Forkompinda Batanghari melanjutkan operasi pemberantasan pengeboran sumur monyak illegal (illegal drilling) di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari. Selama tiga hari operasi (sejak 4 April hingga Rabu 7 April kemarin), sebanyak 300 sumur minyak illegal sudah ditutup tim gabungan yang dipimpin Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono tersebut.

Selain sumur, tim juga menghancurkan sekitar 30 bak seller (penampung minyak) yang ditemukan di lokasi. "Luas area ini (desa Bungku) kurang lebih 40 hektar dan sudah dilakukan operasi. Namun, masih banyak potensi sumur-sumur ilegal yang belum disentuh karena kesulitan medan tempuh," kata Sigit kepada wartawan di lokasi operasi.

Sigit sendiri terjun langsung ke lapangan didampingi Bupati Batanghari M Fadhil Arief, Kapolres Batanghari AKBP Heru Ekwanto, Kajari, Pabung Kodim 0415/Bth, beserta forkopimda Batanghari lainnya. Berangkat dari Polres Batanghari, rombongan menempuh jalan yang terjal dan berlubang. Menggunakan mobil, jarak tempuh hingga ke tujuan memakan waktu 2 jam.

Sigit mengecek langsung sumur minyak ilegal yang sudah dirusak dan ditutup oleh tim gabungan Polda Jambi. "Upaya yang dilakukan dalam konteks penegakan hukum dengan penertiban terhadap sumur - sumur minyak ilegal yang masih beroperasi agar tidak aktif lagi dan tidak bernilai ekonomis," jelasnya.

Menurut Sigit, perusakan sumur minyak ilegal ini menjadi salah satu kunci supaya pelaku atau pemodal yang masih menggunakan lahan Desa Bungku sebagai aktivitas ilegal drilling tidak lagi kembali dan tidak lagi memiliki daya tarik. Kata dia, dampak dari ilegal drilling ini sangat besar terhadap alam karena dapat menyebabkan tercemarnya air, tanah, udara dan kesehatan masyarakat.

Maka dari itu, setelah menutup sumur minyak ilegal pihaknya melakukan rehabilitasi awal dengan cara meratakan tanahnya agar bisa hijau kembali.  Tidak hanya penegakan hukum, Polda Jambi dengan Pemda Batanghari, TNI, Forkopimda, stakeholder terkait serta SKK Migas dan Pertamina terus mendorong upaya mencari solusi permanen. Salah satunya dengan memberikan payung hukum terhadap pengelolaan sumur oleh masyarakat.

Sesuai dengan peraturan Migas, masyarakat diberikan peluang untuk mengelola sumber daya alam yang dimiliki Desa Bungku ini. Yakni sumur minyak ini dikelola secara swadaya melalui BUMD, BUMN, dan Koperasi maupun swasta.

"Upaya ini tidak bisa berdiri sendiri. Masyarakat juga harus mendukung dan membantu upaya yang telah kita laksanakan,"pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Batanghari M. Fadhil Arief menyatakan potensi menjadikan Desa Bungku  sebagai kawasan pertambangan rakyat sangat besar. Makanya, Pemda Batanghari senantiasa mendorong agar sumur minyak ilegal ini menjadi pertambangan rakyat yang dipayungi dengan aturan hukum.

"Kita mendorong bersama pihak kepolisian, TNI dan kejaksaan kepada Kementerian ESDM agar kawasan ini menjadi pertambangan rakyat. Tinggal bagaimana kita menunggu sambutan dari Pemerintah Pusat," katanya.

Rencananya, operasi penertiban illegal drilling ini dilaksanakan selama 20 hari. Dimulai sejak tanggal 1 hingga 20 April. Selain menerjunkan 180 personel gabungan,  tim juga menurunkan alat berat serta pemotong pipa baja.(tya)





BERITA BERIKUTNYA
loading...