Targetkan 75,5 Persen Partisipasi Pemilih di Coblos Ulang

PSU Lebih Sensitif, KPU Kerahkan KPPS untuk Sosialisasi

Rabu, 21 April 2021 | 08:49:22 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi terus mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Jambi, 27 Mei mendatang. Selain masalah teknis, yang tak kalah penting adalah sosiliasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada coblos ulang di 88 TPS di 15 Kecamatan dalam 5 kabupaten tersebut. 

Sosialisasi sangat penting agar angka partisipasi pemilih yang mencoblos tinggi. Jika partisipasi rendah, KPU bisa dinilai gagal. Apalagi, pada pemungutan suara 9 Desember lalu, partisipasi pemilih di beberapa daerah cukup rendah. Salah satunya Muarojambi. Termasuk di 59 TPS yang akan coblos ulang 27 Mei nanti.

Untuk diketahui jumlah DPT 59 TPS di Muarojambi yang akan PSU nantoi sebanyak 20.372. Yang menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Jambi 9 Desember lalu hanya 11.890. Dari jumlah tersebut, suara sah hanya 11.142, tidak sah 743. Kalau sosialisiasi tidak massif, bisa saja jumlah partisipasi pemilih pada PSU nanti jauh lebih rendah lagi.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, KPU Provinsi Jambi akan mengintensifkan peran dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. Metode ini dilakukan KPU dengan alasan  untuk menjaga netralitas. "Sosialisasi pelaksanaan PSU lebih mengoptimalkan KPPS untuk menjaga netralitas," kata Ketua KPU Provinsi Jambi M Subhan, Selasa (20/4).

Menurut Subhan, jika anggota KPU yang melakukan sosialisasi dikhawatirkan akan menimbulkan polemik. Karena pelaksanaan PSU Pilgub Jambi tersebut akan lebih sensitif, sehingga sosialisasi pelaksanaan PSU tersebut lebih mengoptimalkan anggota KPPS. Selain itu, sosialisasi pelaksanaan PSU tersebut juga dioptimalkan melalui berbagai media, seperti pamflet, brosur dan spanduk.

KPU Provinsi Jambi menargetkan partisipasi pemilihan pada PSU Pilgub Jambi yang dilaksanakan di 88 TPS yang berada di 15 kecamatan tersebut sebesar 75,5 persen. Target tersebut sama dengan target partisipasi pemilih pada Pilgub Jambi 2020 lalu.

Saat ini lima KPU kabupaten dan kota yang melaksanakan PSU Pilgub Jambi tengah melakukan perekrutan petugas PPS dan PPK serta KPPS. Yakni KPU Kabupaten Batanghari, KPU Kerinci, KPU Muaro Jambi, KPU Tanjung Jabung Timur dan KPU Kota Sungai Penuh. PPS, PPK dan KPPS yang direkrut tersebut harus merupakan orang-orang baru. PPS, PPK dan KPPS yang bertugas saat Pilkada 9 Desember 2020 lalu tidak diperkenankan menjadi petugas PPS, PPK dan KPPS pada PSU Pilgub Jambi yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2021.

"Sesuai dengan amar putusan dari Mahkamah Konstitusi, maka petugas PPS, PPK dan KPPS merupakan orang-orang baru," kata Subhan.

Seperti diketahui, MK mengabulkan gugatan hasil Pilgub Jambi yang diajukan pasangan nomor urut 1 CE-Ratu pada Senin, 22 Maret lalu. Dalam putusannya, MK membatal keputusan KPU Provinsi Jambi tentang hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara pada 19 Desember 2020. Dan memerintahkan KPU Provinsi Jambi melakukan PSU di 88 TPS yang tersebar di 15 Kecamatan 41 Kelurahan/desa dalam 5 kabupaten. Yaitu, Muarojambi, Batanghari, Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Tanjab Timur.

Rinciannya di Muarojambi PSU digelar di 59 TPS yang tersebar di tiga Kacamatan. Yaitu Sungai Gelam, Sungai Bahar dan Jambi Luar Kota (Jaluko). Kemudian di Kerinci 7 TPS yang tersebar di empat kecamatan, yakni Danau Kerinci, Setinjau Laut, Bukit Kerman dan Gunung Raya.

Berikutnya di Kabupaten Batanghari 7 TPS yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Bajubang, Mersam, Maro Sebo Ulu, dan Muaro Bulian. Lalu di Kota Sungai Penuh 1 TPS di Kecamatan Koto Baru, dan di Tanjab Timur 14 TPS di tiga kecamatan. Yakni Sadu, Mendahara, dan Dendang.

Data dari KPU Provinsi Jambi,  jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di 88 TPS yang akan coblos ulang tersebut sebanyak 29.278 pemilih. Sebaran jumlah pemilih terbanyak di Muarojambi. Yakni 20.372 pemilih. Kemudian di Tanjab Timur 3.963 pemilih,  Kerinci 2.543, Batanghari 2.035, dan Kota Sungai Penuh 365 pemilih.

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal mengatakan dari 29.278 DPT di 88 TPS yang menggunakan hak suaranya di Pilgub 9 Desember lalu sebanyak 18.686 orang. Dari total tersebut, jumlah suara sah sebanyak 17. 539 dan suara tak sah 1.142.

Total perolehan  suara CE-Ratu di 88 TPS itu sebanyak 6.175. Lalu, Fachrori-Syafril 4.054 suara, dan Haris-Sani 7.310 suara. Sementara itu, total keseluruhan perolehan suara CE-Ratu di Pilgub Jambi lalu 585.203, Fachrori-Syafril 385.388, dan Haris-Sani 596.621.

Dengan dihapusnya perolehan suara di 88 TPS (keputusan MK), suara CE-Ratu jadi 579.028, Fachrori-Syafril 381.334, dan Haris-Sani 589.311. Jadi, menghadapi PSU di 88 TPS nanti, pasangan Haris-Sani masih surplus alias unggul 10.283 Suara dari CE-Ratu. Dari data tersebut, untuk bisa memenangkan pertarungan, kedua pasangan harus lebih cermat mengatur strategi. Terutama CE-Ratu yang masih tertinggal 10 ribu lebih suara.(fey)






BERITA BERIKUTNYA
loading...