Penyebaran Covid-19 Makin Parah, Kerinci, Sungai Penuh dan Kota Jambi Zona Merah

Muncul Klaster MAN Cendikia, 51 Siswa Positif

Jumat, 30 April 2021 | 07:31:28 WIB

()

JAMBIONE.COM, JAMBI- Penyebaran virus covid-19 di Jambi makin mengkhawatirkan. Saat ini, tiga kabupaten dan kota di Provinsi Jambi berada pada zona merah atau zona risiko tinggi penyebaran Covid-19. Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, ketiga daerah yang masuk kategori zona merah, yaitu Kabupaten Kerinci, Kota Sungaipenuh, dan Kota Jambi.

Sementara itu enam kabupaten berada pada zona orange atau zona risiko sedang penyebaran Covid-19. Yakni Bungo, Tebo, Batanghari, Muarojambi, Tanjungjabung Timur, dan Tanjungjabung Barat. Kemudian, Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun berada pada zona kuning atau zona risiko rendah penyebaran Covid-19.

"Tidak ada daerah di Jambi yang berada di zona hijau. Untuk Provinsi Jambi secara keseluruhan berada pada zona orange," sebut Johansyah. Penetapan zonasi ini dilakukan berdasarkan data periode 19 hingga 25 April 2021.

Jubir Pemkot Jambi, Erwandi membenarkan Kota Jambi masuk zona merah. Dia menjelaskan, Zona merah di Kota Jambi terdapat di satu RT. Kemudian, Zona orange 7 RT, Zona Kuning 185 RT dan zona hijau 1.477 RT. Jumlah kematian pada 28 April 2021 sebanyak 66 kasus.

Sedangkan data yang meninggal dunia sejak awal Covid-19 sebanyak 89 orang. Angka itu berdasarkan data dari Aplikasi Sikoja meningkat menjadi 94 orang. Sebab pada 29 April, ada lima orang meninggal. "Di RS Abdul Manap saat ini ada 20 pasien yang tengah dirawat," ujarnya

Data dari Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, pada Kamis (29/4) kemarin, terjadi penambahan 92 kasus baru covid-19 di.  Kini total warga Jambi yang sudah terkonfirmasi positif corona sebanyak 7.596 orang. Sementara yang sembuh juga sebanyak 97,  menjadi 6.151 orang. Dan, yang meninggal dunia akibat corona juga bertambah tiga orang, sehingga totalnya menjadi 114 orang.

Selain penambahan jumlah kasus baru, kini juga muncul klaster baru, yakni klaster MAN Cendika. Dari 92 kasus baru tersebut, 51 diantaranya adalah siswa MAN Cendia. Ke 29 kasus baru itu tersebar di lima kabupaten dan Kota. Yakni, Tanjabtim 11 orang, Sungai Penuh 8 orang, Tanjabbar 10 orang, Tebo 8 orang dan Muarojambi 55 orang. " Dari 55 orang yang positif di Muarojambi, 51 diantaranya adalah siswa sekolah MAN Cendikia. Jadi bisa dikatakan klaster Cendikia," kata Johansyah.

Sementara itu, 97 pasien yang sembuh berasal dari Tanjabtim 8, Kota Jambi 19, Muarojambi 43 orang, Sungai Penuh 18 orang dan Tebo 9 orang. ‘’ Angka kematian juga bertambah 3 orang, sehingga totalnya menjadi 114 orang. Mereka berasal dari Tanjab Timur, Tebo dan Bungo masing-masing satu orang," pungkasnya.

Khusus Tanjabtim, inui merupakan kasus kematian pertama pasien positif virus corona atau Covid-19. Pasien meninggal dunia tersebut seorang perempuan berinisial MN, warga Nipah Panjang. Sebelum dinyatakan positif Covid-19, MN diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Kabupaten Kerinci.  Setelah pulang dari Kerinci, istri mengalami demam dan sesak nafas. Kemudian dari hasil uji swab dinyatakan positif covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Tanjabtim Sapril mengatakan, MN meninggal dunia pada Rabu (28/4) malam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nurdin Hamzah, Muarasabak. Ia menjalani perawatan sejak 21 April 2021 lalu. Jenazah pasien sudah dimakamkan dengan protokol kesehatan. "Alhamdulillah jenazah sudah dikebumikan sesuai dengan standar protokol penyelenggaraan pemakaman," kata Sapril, Kamis (29/4).

Lebih lanjut Sapril mengatakan, berdasarkan hasil trecking, suami dan anak MN juga terkonfirmasi positif Covid-19. "Keduanya sudah menjalani perawatan," katanya. Menurut Sapril, suami MN saat ini menjalani perawatan di RSUD Nurdin Hamzah. Sedangkan dua anaknya dikarantina di Mess PKK Kabupaten Tanjabtim.

 “Jumlah terkonfirmasi covid-19 hingga saat ini berjumlah 78, dengan zona terbanyak di Kecamatan Geragai, kemudian Muarasabak Barat, dan ketiga di Kecamatan Muarasabak Timur,” pungkasnya.

Secara Nasional, jumlah kasus Covid-19 juga terus bertambah. Kamis (29/4), angka penambahan sebanyak 5.833 orang. Dengan penambahan ini, kasus Covid-19 di Indonesia totalnya mencapai 1.662.868 orang.

Kemudian juga adanya penambahan orang yang sembuh sebanyak 6.015 orang. Sehingga total keseluruhan 1.517.432 orang. Akan tetapi, masih ada kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dalam 24 jam terakhir, ada penambahan 218 pasien Covid-19 yang tutup usia. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 45.334 orang.

Selain itu, pemerintah juga menyatakan bahwa sampai saat ini ada 60.295 orang yang berstatus suspek terkait penularan virus corona. Adapun kasus positif diketahui lantaran adanya pengetesan massal menggunakan PCR atau tes cepat molekuler berjumlah 75.820 spesimen. Sehingga total keseluruhan adalah 14.542.213 spesimen.

 Sementara Jawa Barat masih menjadi kasus positif Covid-19 terbanyak yakni 1.119 kasus. Dinyatakan meninggal dunia sebanyak 25 orang. Kemudian DKI Jakarta juga terbanyak kedua menyumbang akan positif Covid-19 sebanyak 987 orang. Dinyatakan meninggal sebanyak 23 orang. Selanjutnya Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ketiga dengan penambahan kasus sebanyak 592 orang positif Covid-19. Dinyatakan meninggal dunia sebanyak 74 orang.(ist/jpg)





BERITA BERIKUTNYA
loading...