Pengejaran KKB Lebih Cocok Ditangani TNI

Sabtu, 01 Mei 2021 | 14:28:40 WIB

()

JAMBIONE.COM – Penetapan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai organisasi teroris membuat tanda tanya. Mungkinkah Densus 88 Antiteror Polri dilibatkan dalam mengejar KKB? Padahal, karakter Densus 88 dinilai kurang tepat untuk mengejar teroris tamkin atau teritori semacam KKB.

Karakter Densus 88 Antiteror selama ini lebih cocok untuk penanganan teroris tanzim yang fleksibel, tapi tidak memiliki wilayah. Pendekatan yang dilakukan Densus 88 yang menggunakan scientific investigation tentu sulit untuk diterapkan dalam pertempuran gerilya di hutan-hutan.

Polri sedikit banyak mengakui bahwa Densus 88 kurang cocok untuk menangani KKB. Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadan mengatakan, memang Densus 88 dirancang untuk kontraterorisme. Memberantas terorisme di tanah air. ”Namun, bila dilibatkan dalam pengejaran KKB, ada contohnya yang mirip, yakni pengejaran Mujahidin Indonesia Timur (MIT),” terangnya.

Dalam Operasi Madago Raya tersebut, Densus 88 berperan membantu satgas operasi yang bertugas. Namun, hingga saat ini Densus 88 masih menunggu perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. ”Densus 88 ini langsung di bawah Kapolri,” ucapnya.

Sementara itu, pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, ada dua karakter teroris di Indonesia, yakni tanzim dan tamkin. Tanzim tidak memiliki teritori dan melakukan aksi yang biasanya di perkotaan. ”Teroris tamkin ini memiliki wilayah. Mereka menguasai medan yang digunakan sebagai tempat pelarian dan perlindungan,” terangnya.

Karena itu, bila Densus 88 Antiteror ikut mengejar KKB, jelas salah kaprah. Sudah benar jika yang mengejar KKB adalah TNI. Sebab, militer memiliki kepekaan teritori yang tinggi. Bila ditilik dari pengalaman selama ini, yang mampu mengejar MIT memang militer. ”Pimpinan MIT Santoso yang melumpuhkan (adalah) TNI. Itu perlu kita ingat,” ujarnya.

Chaidar menjelaskan, hanya TNI yang memiliki kemampuan gerilya dan antigerilya. Karena itu, sulit untuk Densus 88 terlibat langsung di hutan-hutan Papua. ”Kemampuan ini tidak dimiliki Densus 88 Antiteror,” paparnya.

Lagi pula, juga salah kaprah bila KKB dilabeli teroris. Lalu mempertanyakan keterlibatan Densus 88. Justru yang tepat adalah ini merupakan momentum TNI untuk memiliki peran lebih besar dalam menangani teroris tamkin. ”Sebab, undang-undang telah mengakomodasi TNI untuk menangani teroris,” jelasnya.(*)

Sumber: JawaPos.com





BERITA BERIKUTNYA
loading...