Kenal di Aplikasi Cari Jodoh, Janji Dinikahi, Gadis Ini Malah Diperas Pengusaha Tambang Gadungan

Selasa, 04 Mei 2021 | 22:48:58 WIB

foto ilustrasi
foto ilustrasi ()

 

Jambione.com–AR, 25, harus mengalami nasib pahit kala dilanda kasmaran dengan seorang pria. Awalnya AR berkenalan dengan terdakwa Aminudin melalui aplikasi pencari jodoh. Di aplikasi tersebut, terdakwa menggunakan profil palsu dengan nama samaran Davi Mahindra Permana dan mengaku bekerja sebagai karyawan swasta. Terdakwa juga mengaku memiliki perusahaan tambang.

Terbuai dengan latar belakang Aminudin, AR mulai menaruh rasa nyaman kepada terdakwa. Mereka berdua lantas berkomunikasi secara intens melalui aplikasi whatsapp. Aminudin dengan tipu muslihatnya memanfaatkan kebaikan AR. Dia berjanji menikahi AR. Juga akan membelikan AR mobil dan rumah.

”Saya dijanjikan dibelikan mobil dan rumah. Saya juga mau diseriusi sama dia,” ujar AR sambil menangis saat memberikan kesaksian di PN Surabaya Selasa (4/5).

Tapi setelah berjanji, pria tersebut meminta berbagai macam barang kepada AR. ”Dia minta Samsung S20 Ultra, katanya supaya handphone-nya sama gitu. Dia juga janji akan mengembalikan barang tersebut,” tutur AR.

AR yang sibuk mengurusi pekerjaan, tanpa pikir panjang menuruti kemauan terdakwa. Setelah handphone seharga Rp 18 juta dibeli, Aminudin meminta barang tersebut dikirim melalui kurir. AR sempat minta bertemu dengan terdakwa namun ditolak dengan alasan ada urusan pekerjaan.

”Kan katanya mau cek saya sudah beli barangnya apa belum, saya ajak ketemu. Tapi dia tidak mau,” terang AR.

Barang tersebut kemudian dikirim AR melalui kurir karena terdakwa terus memaksa. Setelah barang tersebut sampai di tangan Aminudin, terdakwa mulai melancarkan niat jahatnya.

”Dia meminta foto atau video saya dalam keadaan telanjang. Saya diancam kalau tidak mau handphone tidak dikembalikan,” ujar AR.

Setelah menuruti kemauan Aminudin, AR dimanfaatkan kembali oleh terdakwa. Dia diminta mengirim uang sejumlah Rp 10 juta. Namun, dia tidak mempunyai uang saat itu. Terus dipaksa dan diancam, AR akhirnya mengirim uang dengan total Rp 8 juta. Uang tersebut ditransfer secara berturut turut.

”Kalau tidak ditransfer, saya diancam foto atau video saya disebar,” ucap AR.

Aminudin saat ini sudah ditahan polisi. Dia juga sudah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya pada Selasa (4/5).

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Irene, Aminudin dituntut dengan pasal 45 ayat 4 jo pasal 27 ayat (4) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. pasal 64 ayat (1) KUHP.(jpg)


sumber:jawapos.com





BERITA BERIKUTNYA
loading...