Polisi Dalami Kemungkinan Motif Lain Pembunuhan Khatib di Tebo

Pembunuh Adik Ipar Terancam Hukuman Mati

Kamis, 27 Mei 2021 | 09:18:49 WIB

(Zainur/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MUARATEBO- Penyidik Satreskrim Polres Tebo masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap Sumardi (49), warga Desa Sido Rukun Kecamatan Rimbo Ulu yang membunuh adik iparnya, seorang khatib bernama Jatmiko, Sabtu (22/5) lalu. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap motif tersangka menghabisi sang adik ipar.

Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Maharatua Siregar, mengatakan pihaknya tidak percaya begitu saja tersangka menghabis korban karena kesal soal khotbah sholat Idul Fitri. Makanya kita terus menggali dan melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan modtif lain. ”Dari pemeriksaan sementara, motif pelaku karena kesal terhadap korban yang merubah bacaan Khotbah saat Shalat Idul Fitri kemarin,”katanya.

Menurut Mahatua pengungkapan kasus ini harus sampai tuntas. Kini tersangka masih diamankan di Rutan Polres Tebo untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan dengan berencana. Dari hasil pemeriksaan tersangka memang sudah merencanakan pembunuhan dengan membawa senjata dari rumah.

“Sesuai perbuatanya tersangka kita jerat dengan Pasal 340 KUHPidana Tetang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal Hukuman Mati,” jelasnya.

Seperti diberitakan, Jatmiko (40) warga Jalan Sabang  1 Desa Sidorukun, Kecamatan Rimbo Ulu tewas secara mengenaskan dibunuh kakak iparnya sendiri, Sumardi (49), Sabtu (22/5), sekitar pukul 16.30 Wib. Tragisnya lagi, Jadmiko dihabisi oleh pelaku menggunakan parang sepanjang 70 Centimeter (CMO) di depan anak dan istrinya.

Informasi yang diperoleh, Jadmiko meregang nyawa dengan luka robek di pundak yang cukup dalam dan parah. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong. Sementara pelaku berhasil diamankan polisi sekitar pukul 18.00 Wib, atau sekitar 1,5 jam setelah kejadian.  Saat ini, tersangka sudah diamankan di Polres Tebo.

Kepada wartawan, pelaku mengaku menghabisi Jadmiko karena tidak senang kepada adik iparnya itu. Permasalahan ini berawal dari pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H, 13 Mei lalu. Ketika itu, Jadmiko dipercaya sebagai khatib yang membacakan khutbah dan imam saat shalat Idul Fitri di desanya. 

Sukardi mengaku marah dan tidak terima karena korban tidak membacakan doa setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri lalu. Dia menganggap korban telah merubah syahriat Islam dengan tidak membaca doa dan mengubah bacaan ketika sholat idul Fitri. " Sayo Kesal korban menghilangkan doa sebelum khutbah dalam rangkaian sholat idul Fitri,"katanya.

Lantaran tidak senang, Sabtu sore pelaku mendatangi rumah korban. Tujuannya untuk menanyakan masalah sholat idul fitri yang lalu. Sesampainya di rumah korban, pelaku langsung menanyakan perihal kegelisahannya atas tindakan korban tersebut. "Kenapa merubah syariat tidak bedoa sebelum khutbah," katanya menirukan ucapannya kepada korban.

Namun, lanjut dia, Ketika ditanya korban malah mencoba pergi meninggalkan dirinya. Melihat sikap korban tersebut, pelaku langsung naik pitam, dan mengayunkan parang yang dibawa dari rumahnya. "Dia sempat ingin pergi lagi saat sampai rumah. Tapi saya dekati dan langsung saya bacok beberapa kali," jelasnya.

Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku tanpa penyesalan langsung pergi meninggal sang adik ipar yang bersimbah darah di depan anak dan istri.(Cr09)






BERITA BERIKUTNYA
loading...