Hari ini Nasib Iday Ditentukan, Hakim Bacakan Putusan

Jumat, 28 Mei 2021 | 07:51:01 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MUARATEBO- Perkara perusakan hutan yang menyeret Wakil Ketua DPRD Tebo Syamsu Rizal alias Iday akan diputuskan hari ini, Jumat (28/5). Sidang pembacaan putusan yang menentukan nasib Iday itu ditetapkan oleh Hakim ketua Armansyah Siregar usai sidang pembacaan replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tebo, Kamis (27/5) kemarin.

" Sidang pembacaan putusan digelar pada Jumat besok (28/5)," kata Armansyah Siregar. 

Dalam sidang kemarin, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tebo Rara Angraeni tetap bersikukuh pada tuntutannya, menuntut terdakwa Iday 3 tahun 4 bulan dan denda Rp 1 Miliar subsidair 1 tahun kurungan.

Sementara itu, Kajari Tebo Imran Yusuf mengatakan apa yang disampaikan oleh JPU dalam replik sudah sesuai dengan fakta-fakta dalam persidangan. Dan untuk putusan diserahkan kepada Hakim. "Kami sepakat menolak apa yang di sampaikan kuasa hukum dan kami menyampaikan sudah sesuai," kata Imran setelah persidangan.

Kuasa Hukum Terdakwa Iday, Hishom Prasetyo Akbar dan Leonardus secara lisan saat itu juga langsung menyampaikan tanggapannya (Duplik), tetap menolak tuntutan yang di dakwakan JPU kepada kliennya. Hishom mengatakan pihaknya tetap berpedoman pada setiap fakta persidangan yang terungkap. Termasuk saksi yang dihadirkan JPU.

Menurut dia, tuntutan yang dibacakan sebelumnya percuma saja, karena bukan fakta, tapi BAP. "Dalam persidangan di Indonesia khususnya, ada hal yang tidak bisa di akali, yaitu fakta persidangan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Syamsurizal alias Iday dituntut 3 tahun 4 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tebo dalam sidang di Pengadilan Negeri Tebo, Jumat (21/5).  JPU  menyatakan Iday terbukti dengam sah dan meyakinkan bersalah. Perbuatannya memenuhi unsur pelanggaran sesuai dengan pasal 82 ayat 12 hurf B, Junto Pasal 12 huruf B  Undang-Undang no 18 Tahun 2013 Tentang Perusakan Hutan.

Selain hukuman kurungan, Iday juga dituntut membayar denda Rp 1 M. Jika terdakwa menolak membayar denda, maka digantikan hukuman 1 tahun penjara.

Iday menilai  tuntutan JPU sangat tendensius. Iday keberatan dianggap bersalah menurut JPU, telah melanggar pasal perusakan hutan. Menurutnya orang yang terlibat langsung dalam perusakan hanya dituntut 1 tahun  penjara. Untuk itu Dia meminta keadilan dan akan membuktikan. "Dalam surat kan jelas bukan saya pemilik lokasi tersebut," katanya.

Sebelumnya, Syamsu Rizal ditetapkan tersangka oleh Satreskrim Polres Tebo, Senin, 18 Januari 2021. Penetapan tersangka ini berdasarkan Surat Ketetapan yang dikeluarkan Polres dengan Nomor: S. Tap/ 03 /1/2021/ RESKRIM. Dia disangkakan melanggar pasal 82 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf b Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, Jo Pasal 55 ayat (1) angka 2 KUHPidana, Pasal 56 ayat (2).

Kasus yang menjerat Syamsurizal tersebut dilaporkan pada 21 Oktober 2020 lalu, dengan Laporan Polisi Nomor : LPI A – 140/ X 2020/ Jambi/ Res Tebol SPKT. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Tebo mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp. Dik/ 71/ X 2020/ Reskrim, Tanggal 27 Oktober 2020.(cr09)






BERITA BERIKUTNYA
loading...