Dukung Ekonomi Warga, Asian Agri Berdayakan Potensi Bebek Petelur di Tiga Desa di Tebo

Senin, 07 Juni 2021 | 16:30:54 WIB

()

Jambione.com, JAMBI- Asian Agri melalui unit bisnis  PT Rigunas Agri Utama (PT RAU) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat desa di sekitar perusahaan, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Asian Agri, sebagai perusahaan perkebunan yang merupakan bagian dari grup Royal Golden Eagle (RGE), mengelola  group perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam dan beroperasi secara global, mengupayakan keberadaannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan beroperasi.

Kali ini PT RAU  membatu 255  Bebek Petelur untuk kaum duafa di tiga desa, yakni Desa Tou Sumay,  Desa Teriti dan Dusun Tanjung Dani, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi. Penyerahan bantuan tersebut dilaku?an oleh Manager Plasma KLO PT RAU, Sahala Nahulae pada 28 Mei 2021.

" Kami berharap 255 ekor bebek petelur ini dapat dirawat dengan baik sekaligus dikembangbiakan. Sehingga  suatu saat desa ini dapat menjadi "kampung bebek" yang perekonomian warganya berasal dari peternakan bebek," kata Sahala. 

Dia juga nerharap bantuan ini dapat bermanfaat  secara terus menerus sekaligus bisa membantu tingkat ekonomi keluarga yang membutuhkan. 

"Pemberian bantuan ini hanya difokuskan  bagi warga yang kurang mampu atau kaum duafa. Kita menyadari bahwa mereka mungkin tidak bisa aktif dalam proses pengelolaan setiap harinya karena sudah berusia lanjut ataupun berkebutuhan khusus, sehingga kami (perusahaan) meminta kerjasama Karang Taruna setempat untuk membantu mengelola, namun tetap diawasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti BPD ketua KUD tim perusahaan dan lainnya," jelas Sahala.

Koordinator CSR Asian Agri wilayah Jambi, Rudy Jaston menambahkan bahwa bantuan Pola Ekonomi Kreatif ini merupakan salah satu inovasi perusahaan dalam rangka mewujudkan CSR yangmemiliki manfaat berkelanjutan. 

 “Tahun sebelumnya, kaum duafa mendapat paket sembako secara rutin, namun hanya bersifat temporer, hanya dua tiga minggu sudah habis. Harapan kami, dengan model bantuan pola ekonomi  ternak bebek petelur ini dapat membantu masyarakat untuk dapat lebih produktif, kreatif dan berpenghasilan. Karena dengan pola bantuan semacam ini perusahaan juga membantu masyarakat agar dapat menjadi wirausaha yang dapat berkembang secar berkelanjutan," sebut Rudy.

Selain itu, Rudy juga menyampaikan bahwa pada Tahun 2021 ini Asian Agri wilayah Jambi akan memberikan 1.161 ekor untuk kaum duafa. Asian Agri juga mengharapkan kepada Karang Taruna dapat menjalin sinergi yang baik dengan kaum duafa dalam pemenuhan pakan misalnya mengumpulkan keong mas di sawah, sisa-sisa makanan dari dapur warga, sehingga bebek-bebek ini dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan.

Intinya ekonomi desa ini lebih mengedepankan kreativitas, pengetahuan, dan ide dari manusia sebagai aset untuk membuat perekonomian bergerak maju. Konsep ekonomi kreatif ini sudah terbukti dapat mengembangkan sektor perekonomian.

Kades Tuo Sumay, Hazri berterimakasih kepada perusahan PT RAU Kebun Bungo Tebo - Asian Agri yang telah memberikan bantuan 'Pola Ekonomi Ternak Bebek Petelur untuk Kaum Duafa.  "Kami juga memohon kerjasama yang baik dengan perusahaan. Kami akan selalu mengawasi dan menjaga, agar bantuan ini bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat secara berkesinambungan juga berharap suatu saat desa ini menjelma menjadi kampung bebek yang dapat secara mandiri dapat menopang perekonomiannya sendiri melalui peternakan bebek ini. Dukungan perusahaan sangat berarti bagi warga di desa ini," ucapnya.

***

Sekilas Mengenai Asian Agri:

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.(*)






BERITA BERIKUTNYA
loading...