Pesan Daging Sapi Saat Lebaran Lalu, Ditipu Tetangga Sendiri

30 KK di Bougenvile Dikasih Daging Babi

Senin, 07 Juni 2021 | 16:33:43 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Sekitar 30 Kepala Keluarga di RT 26 Perumahan Bougenvile, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi tertipu saat membeli daging untuk kebutuhan perayaan  Idul Fitri 1442 Hijriah lalu. Warga yang memesan daging sapi tersebut malah mendapatkan daging babi dari sipenjual yang merupakan tetangganya sendiri.

Kejadian ini terungkap saat sejumlah warga RT 26 Kelurahan Kenali Besar tersebut melapor ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesi (YLKI) Jambi. Ketua YLKI Jambi, Ibnu Kholdun mengatakan pihaknya menerima laporan warga sebagai konsumen yang dirugikan pada 3 Juni 2021 lalu. 

Menurut Ibnu, dari laporan tersebut kejadian ini berawal saat salah satu warga RT 26 Kelurahan Bougenville berinisial EI menawarkan daging kerbau kepada warga setempat yang merupakan tetangganya dengan harga Rp 100 ribu per Kg. Kemudian, pada 11 Mei, tepatnya tiga hari menjelang idul fitri, saudari EI menginfokan bahwa daging kerbau yang dijanjikan diganti daging sapi. Dan warga yang memesan tidak mempersoalkan hal tersebut.

Namun, lanjut Ibnu, ada sebagian warga yang merasa curiga melihat bentuk daging sapi yang dibeli tersebut. Makanya sebagian warga memilih tidak memasak daging itu pada hari lebaran. Tapi sebagian warga lagi ada yang langsung memasaknya saat Idul Fitri itu.

"Karena curiga, 17 Mei lalu warga membawa sampel daging tersebut untuk dilakuakn uji labor. Hasil uji laboratorium Dinas Peternakan Kota Jambi diketahui 80 persen daging tersebut adalah daging babi, bukan daging sapi. Bahkan untuk memastikan lagi kebenarannya, daging tersebut dikirim pihak Dinas Peternakan Kota Jambi ke Dinas Peternakan Padang Sumatera Barat. Hasilnya dinyatakan 100 persen daging tersebut adalah daging babi,” ungkap Ibnu Kholdun.

Ibnu menyebutkan, atas laporan tersebut, YLKI sebagai perpanjangan tangan konsumen akan menindaklanjuti perkara tersebut kepihak berwajib. "Kita sudah ketemu Kasat Reskrim Polresta Jambi. Besok (hari ini, red) akan kita layangkan surat pengaduan resmi ke Polresta terkait masalah tersebut," katanya.

"Proses hukum tetap harus jalan. Kasian konsumen yang sudah memakan daging babi tersebut. Ini sudah menyangkut aqidah, tidak bisa dianggap remeh. Ini ada unsur kesengajaan," jelasnya. "Kurang lebih ada 30 KK yang menjadi korban tersebut," pungkasnya. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...