Waspada Varian Baru, Masyarakat Harus Waspada dan Patuhi Prokes

Selasa, 08 Juni 2021 | 07:22:28 WIB

(Zainur/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, TEBO- Masa Pandemi Covid-19, hingga kini masih menjadi momo bagi masyarakat. Dalam penyebarannya, Covid-19 malah berkembang dengan varian virus yang membahayakan bagi masyarakat.

Di Indonesia termasuk Provinsi Jambi, masih terus meluas. Begitu juga di Kabupaten Tebo yang masih sangat tinggi. Bahkan muncul ke khawatiran adanya virus varian baru yang mulai ramai diperbincangkan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tebo, Sulaiman mengatakan, tingginya kasus Covid-19 di Tebo karena masih banyaknya masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Varian baru virus corona baru yang dinamai sebagai varian "Delta" atau strain B.1617.2. lanjutnya, Delta telah masuk daftar variant of concern (VOC) atau daftar varian virus corona yang perlu diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Memang masyarakat kita masih banyak yang melanggar prokes. Kita takutkan nanti kalau ada virus baru masuk, langsung nyebar," ungkapnya.

Menurut Sulaiman, hingga kini belum ada informasi adanya penyebaran virus varian baru itu di Kabupaten Tebo. Namun untuk mewaspadai nya, penegakan Prokes terus dilakukan.

"Kalau bisa jangan sampai ada. Kita harus terus bersama melakukan pencegahan," ujarnya.

Dia pun meminta masyarakat tidak melepas masker saat beraktifitas dimana pun dan kapapun. Selain itu untuk tidak berkerumunan dan selalu mencuci tangan dengan sabun.

Tak hanya itu, operasi yustisi kedepannya juga akan diperketat. Seperti yang di ketahui, belakangan ini Satpol-PP Tebo bersama Tim gabungan terus melakukan operasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Dikatakan oleh Kasat pol PP Tebo, Taufik Khaldy, operasi yustisi secara berkala terus dilakukan dengan tindakan yang disesuaikan dengan perda yang ditetapkan oleh Pemda Tebo.

"Kita terus lakukan secara continue, dengan sasaran lokasi yang berkemungkinan menjadi tempat berkumpul,”ingkatnya. (cr09)






BERITA BERIKUTNYA
loading...