Kebakaran di Mendahara; Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal, Kerugian Miliaran Rupiah

109 Rumah Ludes Dalam 3 Jam, 14 Dirobohkan

Rabu, 09 Juni 2021 | 09:57:59 WIB

(Afrizal/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MUARASABAK- Kebakaran hebat di Desa Mendahara Tengah Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur Selasa dini hari (8/6) meludeskan 109 rumah. Dalam musibah yang cukup dahsyat tersebut, ratusan rumah luluh lantak dan rata dengan tanah hanya dalam tempo tiga jam. Kerugian materipun ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, lokasi kebakaran merupakan pusat perbelanjaan masyarakat setempat. Api mulai membesar sekitar pukul 05.00 WIB, ketika sebagian warga masih terlelap tidur. Cerahnya cuaca dan permukiman yang sebagian besar masih semi permanen tersebut membuat api dengan mudahnya menyebar.

Bahkan 14 rumah warga terpaksa dirobohkan untuk mencegah kobaran api merembet dan semakin membesar. "Rumah yang terbakar sebanyak 109 unit. Kkemudian yang dirobohkan sebanyak 14 unit. Jadi totalnya ada 123 rumah," kata Kapolres AKBP Deden Nurhidayatullah.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.30 WIB. Kurang lebih selama tiga jam warga yang menggunakan peralatan seadanya dan petugas pemadam kebakaran secara bergotong royong memadamkan kobaran api. "Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Hanya saja ada tiga warga yang mengalami luka bakar," terang Deden.

Menurut Deden, berdasarkan informasi sementara, sumber api diketahui berasal dari rumah H. Karim. Hanya saja pihak kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran yang menyebabkan ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal itu.

Salah satu korban kebakaran, Sakok menceritakan, dia pertama kali mengetahui kebakaran setelah shalat subuh. Saat itu dia melihat rumah pertama yang dilalap api sudah separuh yang terbakar. Kondisi angin yang cukup kencang dan banyak bangunan sudah tua dimakan usia menyebabkan api cepat menyebar dan melahap rumah warga lainnya.

"Kalau saya, rumah orang tua yang terbakar tidak jauh dari titik awal api. Alhamdulillah sebagian barang-barang di rumah ada berhahasil diselamatkan. Sebagian lagi ada juga yang terbakar. Seperti perhiasan dan berharga lainnya selamat," katanya.

Sementara, Wakil Bupati Tanjabtim, H. Robby Nahliyansyah mengatakan di lokasi telah didirikan posko pengungsian, posko kesehatan dan dapur umum untuk para korban kebakaran Desa Mendahara Tengah. Sedangkan korban, saat ini seluruhnya lebih memilih mengungsi ke rumah sanak keluarga terdekat. 

Terkait dengan bantuan, Robby sangat mengapresiasi Polres Tanjabtim dan Polda Jambi yang terlebih dahulu memberikan bantuan berupa mie dan air mineral. ‘’ Dari informasi, sore ini (kemarin) Bank 9 Jambi, dan besok (hari ini, red) dari Pemerintah Daerah,’’ katanya. 

"Kemudian kami juga sudah membuka donasi untuk korban kebakaran. Kebetulan kita memiliki rekening khusus bantuan musibah. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat untuk meringankan saudara kita di Desa Mendahara Tengah. Kalau tidak dapat membantu berupa uang, mungkin bisa juga berupa barang," bebernya.

Selanjutnya Robby mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanjabtim yang berada di 11 kecamatan, agar waspada dan berhati-hati. Karena musibah kebakaran seperti ini adalah kehendak yang diatas. Namun masyarakat hanya perlu mengantisipasi dan waspada. 

"Untuk antisipasi, kita telah mengistruksikan kepada Camat di untuk rutin mengecek betul-betul peralatan Damkar. Sehingga saat dibutuhkan alat tersebut bisa digunakan," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabtim, M. Jakfar melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Indra S Gunawan mengatakan kerugian akibat musibah kebakaran masih dihitung. Namun dia memperkiraan mencapai miliaran rupiah. 

 "Belum tahu lagi bang. Sekarang masih dihitung. Karena dari data yang ada, kemungkinan akan bertambah lagi jumlah rumah korban yang dirobohkan. Tapi kalau untuk perkiraan sementara sekitar miliaran rupiah," tuturnya.(zal)






BERITA BERIKUTNYA
loading...