Dua Buronan Korupsi Jalan di Tebo Ditangkap

Kamis, 10 Juni 2021 | 07:14:23 WIB

(Idrus/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Jambi berhasil meringkus dua buronan kasus korupsi pekerjaan peningkatan Jalan Pondok Rangon, Kabupaten Tebo yang merugikan negara hingga Rp 48 Miliar. Kedua buronan itu, Musashi Putra Batara (38) dan Saryono (58).

Keduanya ditangkap di kediamannya masing-masing. Musashi ditangkap di Jakarta, Selasa (8/6). Seedangkan Saryono ditangkap di kompleks perumahan DPRD Telanai Pura, Jambi, Rabu (9/6).

Musashi sudah divonis bersalah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jambi tertanggal 16 April 2021. Dia terbukti bersalah berdasarkan Pasal 3 juncto Pasal 18 Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

‘’Terpidana Musashi diamankan di Jalan Dukuh, Kramatjati, Jakarta Timur. Sebelumnya dia sudah dipanggil untuk melaksanakan hukuman oleh Jaksa Eksekutor Kejati Jambi. Namun yang bersangkutan tidak datang memenuhi panggilan," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Lantaran tidak hadir dipanggil secara patut, yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Setelah hampir satu bulan buron,  akhirnya Musashi berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerjasama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung.

"Pada hari ini Rabu 09 Juni 2021, Terpidana diterbangkan ke Jambi dengan pesawat Batik Air pukul 13:00 WIB. Tim Tabur menghimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya," pungkasnya.

Sementara itu Kajari Tebo, Imran Yusuf, mengatakan kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan Musashi mencapai Rp 15 miliar. Kemudian perbuatan Saryono menyebabkan negara merugi Rp 33 miliar. "Namun di putusan ada sedikit perbedaan penafsiran. Jadi sekarang masih upaya hukum kasasi," kata Imran, Rabu (9/6). 

Musashi tiba di Jambi sekitar pukul 13.50 WIB dikawal oleh pihak Kejati Jambi dan Kejari Tebo. Sementara itu, Saryono sudah divonis bersalah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jambi tertanggal 4 Mei 2021.

 Mantan Direktur Utama PT Rimbo Peraduan ini divonis 5 tahun penjara dengan Rp 300 juta subsider 2 bulan penjara.

Perkara yang menimpa dua terpidana ini merupakan lanjutan dari kasus yang sebelumnya menjerat mantan Kadis PUPR Kabupaten Tebo, Joko Paryadi.(yuf)






BERITA BERIKUTNYA
loading...