Calon Jamaah Ramai-Ramai Tarik Uang Pelunasan Biaya Haji

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:31:45 WIB

()


Jambione.com– Para calon jamaah haji (CJH) ramai-ramai mulai menarik uang pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Sepekan setelah pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan haji, puluhan CJH memutuskan menarik setoran pelunasan itu.

Kementerian Agama (Kemenag) sudah memutuskan bahwa CJH yang menarik setoran pelunasan BPIH, maka nomor porsinya tidak hangus. Mereka tetap menjadi prioritas diberangkatkan pada 2022 nanti. Sebaliknya CJH yang menarik setoran pelunasan dan uang muka biaya haji, maka dianggap melakukan pembatalan. Sehingga nomor porsinya hangus. Ketika akan mendaftar haji, berada di antrian paling belakang.

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Ramadan Harisman menuturkan, sampai Kamis (10/6) kemarin tercatat ada 59 orang CJH yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan. Perinciannya adalah 34 orang CJH reguler dan 25 orang jamaah CJH khusus.

’’Untuk tahun 2020, ada 1.688 jamaah haji reguler dan 438 jamaah haji khusus mengajukan pengembalian setoran pelunasan,’’ katanya kemarin (10/6). Ramadan menegaskan CJH yang hanya menarik setoran pelunasan, masih memiliki nomor porsi haji sesuai antrian yang berlaku.

Ramadan menuturkan proses awal pengajuan penarikan setoran pelunasan diajukan jamaah ke Kemenag di daerah masing-masing. Setelah itu diproses di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Total proses penarikan setoran pelunasan ini membutuhkan waktu sembilan hari kerja. Nanti uang pelunasan ditransfer ke rekening jamaah masing-masing.

Sementara itu Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengapresiasi upaya Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi mengklarifikasi sejumlah isu sensitif tentang pembatalan haji di Indonesia. Khususnya isu bahwa pembatalan itu akibat renggangnya hubungan diplomatik kedua negara.
Zainut mengatakan Syekh Essam antara lain mengunjungi kantor MUI untuk menyampaikan klarifikasi. ’’Yang mulia duta besar Essam menjelaskan bahwa pembatalan haji tak terkait dengan persoalan diplomasi. Hubungan Indonesia dan Saudi selama ini berjalan baik,’’ tutur Zainut.

Pada kesempatan itu Essam juga menjelaskan bahwa pembatalan keberangkatan tidak ada hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pengumuman apapun terkait dengan penyelenggaraan haji. Saudi saat ini belum mengirimkan undangan haji ke negara lain, termasuk Indonesia.

’’Langkah Dubes sangat positif dan patut kita apresiasi. Dubes dalam kewenangannya tentu punya otoritas untuk menjelaskan informasi seputar haji, terutama dari perspektif Saudi,’’ kata dia. Zainut menyebutkan, penjelasan Dubes Essam mengonfirmasi apa yang selama ini disampaikan pemerintah terkait alasan kebijakan pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun ini. Kebijakan itu didasarkan pada kajian mendalam terkait pandemi dan belum ada informasi resmi dari Saudi.

’’Penjelasan Dubes semakin menjernihkan informasi. Pembatalan ini bukan masalah diplomasi, bukan masalah vaksin, dan lainnya. Ini sangat kita apresiasi,’’ kata Zainut. Dia mengajak para pihak untuk tidak menjadikan masalah haji sebagai komoditas politik. Sebaliknya Zainut berharap semua pihak ikut menenangkan suasana dan menunjukkan rasa prihatin kepada CJH yang kembali belum bisa berhaji. (*/jpg)


Sumber:Jawapos.com

 






BERITA BERIKUTNYA
loading...