Warga Kota Jambi Boleh Laksanakan Shalat Idul Adha, Baca Syaratnya

Rabu, 14 Juli 2021 | 19:12:46 WIB

Warga Kota Jambi yang berada di zona hijau dan kuning boleh laksanakan Shalat Idul Adha tahun 2021.
Warga Kota Jambi yang berada di zona hijau dan kuning boleh laksanakan Shalat Idul Adha tahun 2021. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan bahwa hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 20 Juli 2021. Peringatan salah satu hari besar umat Islam itu akan terselenggara di tengah pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Mikro di sejumlah daerah.

Menindaklanjuti hal itu pemerintah kota Jambi bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi, Kementerian Agama (Kemenag) kota Jambi, Kapolresta Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Dandenpom, serta pemangku kepentingan lainnya menggelar rapat tentang pelaksanaan shalat Idul Adha dan kurban selama berlakunya kebijakan PPKM Mikro.

"Pelaksanaan salat Ied boleh dilaksanakan  di RT yang berada di zona hijau dan kuning sesuai aturan PPKM Mikro," kata Wali Kota Jambi, Syarif Fasha dalam keterangan persnya, Rabu (14/7).

Fasha mengatakan untuk RT yang berada di zona orange dan merah,  tidak boleh menggelar salat Ied, baik di masjid, mushala, maupun di lapangan. Artinya, warga bisa melakukan salat di kawasan yang masuk dalam zona hijau maupun kuning.

“Ketua RT bisa menanyakan ke lurah, masuk zona apa wilayahnya. Tata cara salat Ied juga diatur, di mana masyarakat yang memiliki gejala klinis, pilek, batuk, demam, suhu tubuh tinggi dianjurkan di rumah saja,” tambah Fasha.

Dia juga meminta kepada pengurus masjid maupun mushala untuk menyiapkan alat-alat pelengkap prokes, seperti sarana pencuci tangan, hand sanitizer dan lainnya. Para jamaah juga wajib membawa alat perlengkapan salat dari rumah.

“Masjid hanya diizinkan 50 persen dari daya tampung. Kemudian tidak boleh membuka dan menurunkan masker. Untuk khatib, menyampaikan khutbah maksimal 15 menit. Khatib juga wajib menggunakan masker dan mengingatkan jamaah,” terang Fasha.

Selain itu, para imam juga diminta hanya menyampaikan kepada jamaah atau makmum untuk meluruskan saf sesuai prokes. Sedangkan takbiran, Fasha menegaskan tidak boleh ada takbir keliling.

“Takbiran hanya boleh di masjid atau mushala. Maksimal sepuluh orang. Dilakukan ba’da Isya hingga pukul 22.00 WIB dan tetap dengan prokes ketat,” jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, data per 14 Juli 2021, di Kota Jambi terdapat 232 RT masuk zona kuning dan 1.410 RT zona hijau. Sedangkan zona orange dan merah nihil. (ali)

 






BERITA BERIKUTNYA
loading...