Kalah di PN Sengeti, Akan Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi

Tanah Bersertifikat Aan Ayam Digugat H Busro dengan Sporadik

Jumat, 16 Juli 2021 | 08:05:34 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Hasanudin alias Aan Ayam alias Coang tidak terima putusan Pengadilan Negeri (PN) Sengeti atas perkara lahan (tanah) di RT 25 Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi yang digugat Haji Busro. Objek tanah seluas 44.374 M2 yang diperkarakan ayah Bupati Muarojambi Masnah tersebut masuk dalam tiga Sertifikat tanah hak milik Aan Ayam. Yakni sertifikat nomor 835 atas nama Hasanudin alias Aan ayam alias Coang, serifikat nomor 845 atas nama Ratnawati, dan serifikat nomor 844 atas nama sandi.

Dalam putusannya Nomor:56/pdt.G/2020/PN Snt, tanggal 7 Juli 2021, PN Sengeti menolak semua eksepsi tergugat (Aan Ayam Cs) dan mengabulkan gugatan penggugat (H Busro). Padahal menurut Aan Ayam, H Busro selaku penggugat mengklaim sebagai pemilik tanah tersebut hanya berdasarkan sporadik yang dikeluarkan tahun 2004. Dalam sporadik tersebut itupun objek tanah tertulis dalam wilayah Kota Jambi.

Makanya, Aan Ayam akan melakukan perlawanan hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) atas putusan PN Sengeti tersebut. ‘’ Saya heran dan tidak habis pikir, bagaimana bisa PN Sengeti mengabulkan gugatan H Busro. Jelas jelas tanah tersebut masuk dalam sertifikat saya yang diterbitkan tahun 1990. Objeknya pun di Muarojambi. Sementara Sporadik H Busro dikeluarkan tahun 2004. Masak legalitas Sertifikat bisa dikalahkan oleh sporadik. Makanya kita akan melawan, ajukan banding,’’ katanya kepada Jambione, Kamis (15/7). 

Ironisnya lagi, lanjut Aan Ayam, tiga sertifikat lain Nomor M 776 atas nama Junadi wen, M 703 atas nama Afebriyanto, dan M : 1068 atas nama Afbriyanto tidak diperkarakan. Padahal lokasinya bersebelahan langsung dengan objek yang diperkarakan. Ketiga objek sertifikat itu termasuk dalam penunjukkan lokasi oleh Haji Busro ketika sidang di lapangan, karena satu hamparan.  Pertanyaannya “ Ini ada apa” ujarnya.

Aan ayam lalu menjelaskan sejarah lokasi tanah yang diperkarakan tersebut. Awalnya lokasi tanah itu adalah hamparan hutan belantara. Pada tahun 1986 dibuka dan digarap oleh kelompok tani desa setempat. Kemudian pada tahun 1990 terbitlah sertifikat hak milik atas nama para anggota kelompok tani yang memiliki lahan. ‘’Termasuk lokasi hak milik saya. Semuanya sudah memiliki sertifikat hak milik,’’ katanya.

Pada tahun 2020, tiba tiba H Busro memperkarakan lokasi tanahnya yang sudah bersertifikat. H Busro berbekal surat alas hak, berupa surat sporadik tahun 2004 dengan luas lahan lebih kurang  44.374 m2 atau sekiatar 4 hektar 43 tumbuk. Objeknya terletak di RT 27 Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Padahal Aan ayam telah menguasai fisik bidang tanah tersebut lebih dari 12 tahun. Sertifikatnya pun jauh lebih ‘tua’ dari sporadik yang dimiliki H Busro yang dijadikan dasar menggugat. ‘’Sporadiknya dikeluarkan tahun 2004, objeknya pun di Kota Jambi. Bukan Muarojambi. Sedangkan sertifikat saya Muarojambi. Anehnya lagi, menurut pengakuan H Busro, surat  sporadik itu dididapatnya dari jual beli dengan anggota kelompok tani atas dasar tebas tebang hutan tahun 2004,’’ ungkapnya.

Padahal, lanjut Aan Ayam, pada tahun itu (2004) tidak ada lagi hutan di area yang di perkarakan. Satu hal lagi menurut Aan ayam alias Coang yang sangat krusial adalah semua objek yang diperkarakan oleh H Busro tersebut telah dikuasainya. Semua legalitas telah di penuhuinya sebagai warga yang taat aturan. Diantara membayar pajak setiap tahun, izin bangunan,izin ligkungan hidup,izin usaha,nomor induk berusaha (NIB), izin oprasional/Komersial,dan lain-lain.

Semua itu diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Muarojambi. Sebab objek tanahnya terletak di wilayah adminitrasi Pemkab Muarojambi, yang dulunya masuk wilayah Kabupaten Batanghari. Baru pada tahun 1999 pemekaran wilayah menjadilah Kabupaten Muarojambi. 

‘’ Jadi saya benar benar tidak habis pikir, bagaimana hakim bisa memenangkan H Busro. Jelas jelas, tahun 2021 ini saja saya membayar pajak tanah dalam sertifikat tersebut di Muarojambi,’’ katanya.

Oleh sebab itu Aan ayam berharap kepada pemerintah, khususnya Penegak hukum benar-benar memihak kepada yang benar. Jangan memihak kepada kepentingan.”Saya tidak minta dibenarkan. Tapi jika hak milik saya itu benar, tolong janganlah disalahkan dan dikalahkan. Karena republik ini adalah milik kita bersama dan butuh orang-orang yang memihak kebenaran,”kata dia lagi.

 ‘’ Saya akan terus melawan, sampai kemanapun. Dalam waktu dekat saya melalui pengacara akan ajukan banding. Paling lambat 27 Juli 2021 nanti sudah kita ajukan,’’ tambahnya.

Aan Ayam juga mengungkapkan tidak menutup kemungkinan dia juga akan memperkarakan pihak pihak terkait dalam masalah ini secara pidana ke pihak kepolisian. (ist)






BERITA BERIKUTNYA
loading...