Penutupan TPA Talang Gulo Lama

Seribu Kubik Tanah Per Tahun

Senin, 19 Juli 2021 | 06:47:21 WIB

PENIMBUNAN: TPA Talang Gulo yang lama mulai ditimbun tanah untuk mengakomodasi TPA baru berbasis sanitary landfill dan membutuhkan 1000 meter kubik per tahun.
PENIMBUNAN: TPA Talang Gulo yang lama mulai ditimbun tanah untuk mengakomodasi TPA baru berbasis sanitary landfill dan membutuhkan 1000 meter kubik per tahun. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lama Talang Gulo kini sudah tidak difungsikan lagi. Sebab, kini Pemkot Jambi telah memfungsikan TPA Sanitary Landfill, bantuan Jerman. Kini TPA lama itu akan ditutup secara penuh.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Jambi, Momon Sukmana mengatakan bahwa penutupan TPA tersebut dilakukan secara bertahap di mana tahun ini dianggarkan sebesar Rp500 juta. Penutupan tersebut sudah dimulai sejak tahun 2020 lalu. 

"Setiap tahun itu kita timbun sekitar 1.000 kubik tanah. Untuk teknik penimbunan kami selalu berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) bagian mana saja yang mesti ditutup dan yang tidak perlu," tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Jambi, Ardi mengatakan kondisi saat ini TPA lama sudah ditutup sekitar 30 persen. Awalnya kata Ardi, TPA lama sudah tertutup 80 persen, namun karena TPA baru terlambat beroperasi, sehingga sampah ditimbun lagi ke TPA lama.

“Makanya tertumpuk lagi sampah baru. Sehingga sekarang 60-70 persen lagi yang masih harus kita tutupkan,” katanya.

Setiap tahun untuk penutupan TPA lama selalu dianggarkan. Teknis penutupannya sesuai ketentuan UU No 18 tahun 2008 tentang pengolahan sampah, harus sesuai teknologi penutupan.

“Ditutup dengan tanah, di bawahnya ada membran. Tanah dengan ketebalan 50 cm dan kondisi padat. Baru nanti dilakukan rehabilitasi dengan melakukan revegetasi, Setelah fungsi tanahnya kembali, baru kita manfaatkan untuk hal-hal lain,” tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa TPA akan direhabilitasi dan memanfaatkan gas metan. 

"Akan dimaksimalkan lagi penangkapan gas metannya,” katanya.

Nantinya rehabilasi TPA lama tersebut akan ditanam tanaman kayu putih, hal itu juga untuk menetralisir bau-bauan yang ditimbulkan dari TPA. (ali)






BERITA BERIKUTNYA
loading...