Terungkap! Ini Alasan Artis TA Terlibat Prostitusi Online

Rabu, 21 Juli 2021 | 14:02:00 WIB

()

JAMBIONE.COM -Artis sekaligus model berinisial TA terlibat terlibat prostitusi online. Terungkap di persidangan alasan TA terjun ke dunia gelap prostitusi. Apa alasannya?

Dalam persidangan kasus itu, TA sempat dihadirkan. Berdasarkan keterangannya yang tercatat di dokumen putusan yang diunggah di website Mahkamah Agung (MA), diketahui alasan TA terlibat prostitusi online.

"Bahwa motivasi saksi melakukan perbuatan tersebut demi uang, karena uang bayaran dari main sinetron diterimnya 2 bulan sekali sehingga untuk membayar asistennya saksi melakukan perbuatan tersebut," ujar hakim sebagaimana tertuang dalam lampiran putusan yang dilihat detikcom pada Rabu (21/7/2021).

Persidangan juga mengungkap sejak kapan artis TA terlibat prostitusi online. TA diketahui sudah sejak tahun 2017 melakoni prostitusi online.

"Bahwa saksi ditangkap karena terlibat prostitusi online sejak tahun 2017. Pada tahun 2017, saksi hanya menerima tujuh orderan (pesanan)," ujar dia.

TA dikatakan sempat berhenti selama satu tahun atau pada tahun 2018-2019. Dia tak menerima orderan lantaran memiliki kekasih.

Baru pada awal 2020, TA kembali menerima pesanan prostitusi online. Sejak awal tahun hingga diamankan di akhir tahun 2020, TA sudah menerima 5 orderan.

TA juga mengaku dirinya terlibat prostitusi online lantaran ditawarkan oleh rekannya kepada tamu. Dia mengaku tak pernah menawarkan diri sendiri.

Sekedar diketahui, kasus prostitusi ini terungkap usai polisi menciduk artis TA. TA diamankan polisi saat tengah berada di hotel kawasan Bandung pada Kamis (17/12). Dia diduga terlibat praktik prostitusi.

Kasus ini sudah diputus di pengadilan. Empat orang pelaku yang terlibat praktik itu divonis 6 bulan hingga 10 bulan bui.

Dalam putusannya, majelis hakim menyebut keempatnya terbukti bersalah sesuai Pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1)UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tent ang acara hukum pidana.

"Para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak telah membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan," ujar hakim dalam putusannya.

Dalam amar putusannya itu, hakim menghukum keempat terdakwa dengan putusan antara lain AH dan RJ hukuman seberat 6 bulan penjara. Sedangkan MR dan VD hukuman 10 bulan penjara. Keempatnya juga dikenakan denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan.

(dir/mso)

Sumber: Detikcom





BERITA BERIKUTNYA
loading...