480 Orang Sembuh, 8 Meninggal

Senin, 23 Agustus 2021 | 07:57:31 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jambi terus menunjukkan grafik menggembirakan. Berdasarkan data  yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, tercatat ada sebanyak 480 orang pasien yang dinyatakan sembuh pada Minggu (22/8). Tambahan pasien sembuh tersebut merata di semua daerah, kecuali Muarojambi, Kerinci, dan Tanjab Barat.

Angka kesembuhan terbanyak di Bungo, yakni 134 orang. Lalu, Kota Jambi 77 orang, Tebo 67 orang, Merangin 60 orang, Sungai Penuh 53 orang, Batanghari 44 orang, Sarolangun 23 orang, dan Tanjab Timur 22 orang. Kini total jumlah pasien covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 22.322 orang.

Namun, di sisi lain  angka kematian juga masih terus bertambah. Pada Minggu kemarin terdata ada 8 orang lagi meninggal dunia akibat virus corona. Terbanyak di Tanjab Timur 4 orang, Kota Jambi 3 orang, dan satu lagi dari Tebo. Kini angka kematian sudah mencapai 622 orang sejak corona pertama kali ditemukan di Jambi 21 Maret 2020 lalu.

Sementara itu, kasus baru covid-19 juga masih terus bertambah. Ada 198 orang dinyatakan positif Minggu kemarin, sehingga totalnya menjadi 26.927 orang. Untuk menekan angka penularan ini, Pemkot Jambi mulai hari ini, Senin (23/8) hingga seminggu kedepan akan melakukan pengetatan mobilitas warga.

Secara nasional, kasus positif virus corona bertambah 12.408 pada, Minggu (22/8). Dengan demikian, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia kini menjadi 3.979.456, jelang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan berakhir pada Senin (23/8).

Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19, dari total kasus positif itu, sebanyak 3.546.324 di antaranya telah sembuh. Pasien yang sembuh dari infeksi virus corona bertambah 24.276 dari hari sebelumnya.

Dari total kasus positif, sebanyak 126.372 di antaranya meninggal dunia. Pasien yang meninggal dunia bertambah 1.030 dari hari sebelumnya. Kasus aktif kini menjadi 306.760. Berkurang 12.898 dari hari sebelumnya. Sementara spesimen yang diperiksa ada sebanyak 148.410.

Pemerintah pusat dan daerah masih terus berupaya menanggulangi pandemi virus corona di Indonesia. Berbagai kebijakan telah diterapkan selama virus corona mewabah di Indonesia sejak Maret 2020 lalu.

Sempat terjadi lonjakan kasus positif dan pasien meninggal beberapa pekan setelah Idulfitri 2021. Jumlah kasus positif naik tajam di berbagai daerah. Mayoritas rumah sakit rujukan pun penuh oleh pasien yang mengalami gejala.

Pemerintah kemudian menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM). Pembatasan kegiatan masyarakat diterapkan guna mengurangi potensi penularan. Tempat-tempat umum dan sejumlah ruas jalan ditutup. Tempat ibadah dan pusat perbelanjaan pun ditutup.

  Seiring berjalannya waktu, kasus Covid-19 mulai mengalami penurunan. Pemerintah lantas mengendurkan peraturan. Level PPKM pun diterapkan berbeda-beda. Tergantung seberapa tinggi tingkat penularan.

Pemerintah juga masih terus melaksanakan program vaksinasi guna menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity dari virus corona. Di Jakarta, vaksinasi berjalan lancar. Namun di daerah lain, terutama di luar Jawa, jumlah warga yang disuntik vaksin masih jauh dari target.

Pemerintah daerah menyatakan stok vaksin dari pemerintah pusat merupakan penyebab vaksinasi masih jauh dari target. Jumlah dosis vaksin yang diberikan kepada pemerintah daerah tergolong minim, sehingga pelaksanaan vaksinasi pun belum mencapai target. Warga pun kerap kali mengantre.(ist/bmw/cnn)






BERITA BERIKUTNYA
loading...